10 Investor Lirik Pembangkit Panas Bumi
Senin, 17 Apr 2006 18:22 WIB
Jakarta - Pemerintah berencana membangun pembangkit listrik non-BBM 10 ribu megawatt (MW) hingga 2015. Bahan bakar yang dilirik adalah batubara dan geothermal (panas bumi). Investor pun mulai melirik membangun pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) di Aceh, Jawa dan Sulawesi."Salah satu investor yang sudah memiliki dana sudah studi di Aceh dan akan bekerjasama dengan Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh," kata Menteri Perindustrian Fahmi Idris di Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Senin (17/4/2006).Untuk di Aceh ini akan dibangun pembangkit geothermal dengan kapasitas 200 MW. Menurut Fahmi, untuk mengembangkan geothermal, investasi yang dibutuhkan sekitar US$ 600 per kwh.Pembangunan pembangkit panas bumi ini dalam rangka meningkatkan kebutuhan suplai listrik hingga 10 ribu MW dengan pembangkit non-BBM. "Dari seluruh kepuluan kita, cuma Kalimantan saja yang tak ada geothermal," ujarnya.Pemerintah juga berencana akan melakukan pertemuan pada Rabu 19 April mendatang dengan para investor geothermal dan batubara dalam rangka mendapatkan listrik 10 ribu MW.Saat ini yang dikembangkan untuk PLTP sebesar 1.600 MW untuk Jawa dan Sulawesi. "Ini juga yang akan dikembangkan untuk salah satu sumber, karena ada 10 investor sudah berminat di situ," urainya.Pemerintah akan terus mengembangkan PLTP. Namun untuk Kalimantan tidak mungkin akan dibangun PLTP karena ketidaktersediaan geothermal. Di Kalimantan akan dikembangkan pembangkit batubara.
(mar/)











































