Colek BUMN Cari Partner, Jokowi: Sudah Dibukain Pintu, Nggak Respons!

Tim detikcom - detikFinance
Sabtu, 16 Okt 2021 13:53 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyayangkan sikap BUMN yang tidak memanfaatkan kesempatan mencari partner di tengah berbagai prediksi dalam perubahan iklim, salah satunya krisis pangan.

Jokowi menekankan, dihadapan Menteri BUMN Erick Thohir dan 20 Direktur Utama BUMN lainnya untuk berpartner dan membuat serta merancang program besar. Jokowi menceritakan salah satu pengalamannya saat berkunjung ke Merauke, Mappi dan Boven yang memiliki luas tanah 4,2 hektar namun tidak dimanfaatkan BUMN.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam acara pengarahan kepada Para Direktur Utama BUMN, di sela-sela kunjungan kerja di Kabupaten Manggarai Barat Kamis (14/10/2021).

"Pertama memerlukan modal sangat besar, kedua memerlukan teknologi yang kita belum memiliki kemampuan ke sana," kata Jokowi dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/10/2021).

"Sehingga sekali lagi cari partner. Banyak sebetulnya, tapi kita sendiri tidak pernah merespons. Sudah dibukain pintu nggak ada respons apa-apa ya gimana. Kadang-kadang saya sering malu sudah bukain pintu tapi nggak ada respons ke sana," ujarnya.

Jokowi menegaskan BUMN harus berpikir besar jika ingin menjadi besar. Menurutnya, BUMN jangan hanya berorientasi pada proyek saja namun juga harus dikalkulasikan.

"Investasi memang ribuan triliun, tapi kalau kita mau gede ya harus berpikiran gede. Mimpinya kecil gimana mau jadi gede. Itu baru satu lokasi belum lokasi-lokasi lain banyak sekali yang memungkinkan kita buat food estate apapun (menghadapi krisis pangan)," paparnya.

Tak hanya menghadapi krisis pangan, kerjasama BUMN pun dibutuhkan dalam rangka pemenuhan kebutuhan obat-obatan dengan adanya pandemi COVID-19. Namun, lagi-lagi Jokowi menyayangkan sikap kurang responsif BUMN terhadap kesempatan tersebut.

"Bukain ke Bangladesh, bukain ke India, data pun sendiri Perdana Menteri Narendra Modi, di sini nggak merespons gimana. Sampai nanyain dua kali ke saya nggak ngirim tim ke sini, nggak ada tindak lanjut," kata Jokowi.

"Karena paling pas kita harus dari sana. Murah, obat-obat generik, ini ada apa? Obat dan yang lebih penting lagi bahan baku obat. Kita ini sumber bahan baku sangat banyak sekali," pungkasnya.

(hns/hns)