ADVERTISEMENT

Murka Jokowi Minta BUMN Sakit 'Disuntik Mati'

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 18 Okt 2021 06:15 WIB
6 Pujian Profesor Singapura soal Kejeniusan Jokowi
Murka Jokowi Minta BUMN Sakit 'Disuntik Mati'

Wacana membubarkan atau menutup BUMN sakit bukanlah hal yang baru. Belum lama ini saja, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan ada 7 BUMN yang akan dibubarkan. Langkah ini dipastikan akan dilakukan sampai akhir 2021 atau paling lambat awal 2022.

Erick mengatakan, 7 BUMN itu sudah lama tidak beroperasi sehingga harus segera dibubarkan. Jika tidak, dirinya menyebut akan menjadi pemimpin yang zalim karena tak memberikan kepastian kepada pekerjanya.

"Sekarang yang perlu ditutup itu ada tujuh yang memang sudah lama tidak beroperasi. Ini kan kasihan juga nasib para pegawainya terkatung-katung dan kita kan zalim kalau jadi pemimpin tidak beri kepastian," kata Erick, 23 September 2021.

Erick membocorkan dari tujuh BUMN yang mau ditutup itu ada PT Industri Gelas/Iglas (Persero), PT Kertas Leces (Persero), dan maskapai PT Merpati Nusantara Airlines (Persero). "Ini hal-hal yang saya rasa kita harus pastikan keputusan ini ada," ujarnya.

"Ketika kita melihat ada satu perusahaan yang tidak sehat dan ini sekarang terbuka digitalisasi dan marketnya, itu kalau tidak diambil keputusan cepat nanti akan membuat perusahaan itu makin lama, makin tidak sehat. Padahal dalam waktu yang singkat kita bisa perbaiki, cuma karena prosesnya belum, jadi nggak sehat. Akhirnya bukan nggak sehat aja, jadi bangkrut dan tutup," jelasnya.

Berikut daftar 7 BUMN yang mau dibubarkan:

1. PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)
2. PT Industri Gelas (Persero)
3. PT Istaka Karya (Persero)
4. PT Kertas Kraft Aceh (Persero)
5. PT Industri Sandang Nusantara (Persero)
6. PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero)
7. PT Kertas Leces (Persero).


(acd/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT