ADVERTISEMENT

Luhut soal Bahaya Perubahan Iklim: Zaman Saya Nggak Dianggap Penting

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 18 Okt 2021 10:37 WIB
Infografis  sederet tugas Menko Luhut Binsar Pandjaitan
Foto: Infografis detikcom/M Fakhry Arrizal
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan masalah perubahan iklim alias climate change telah menjadi kepentingan nasional. Dia menilai anak muda di Indonesia harus sudah mulai memperhatikan masalah perubahan iklim.

Luhut bilang di zaman dia muda dulu, masalah lingkungan hidup bukan suatu hal yang dianggap penting. Maka dari itu, saat ini masalah lingkungan hidup dengan ancaman perubahan iklim tidak boleh diabaikan.

"Anak-anak muda itu bisa betul-betul berkarya dalam masalah lingkungan hidup ini, ini masalah serius. Dulu zaman saya nggak dianggap penting, tapi sekarang ini tidak bisa diabaikan climate change," ungkap Luhut dalam acara Climate Leaders Message yang ditayangkan virtual, Senin (18/10/2021).

Dia menilai dampak perubahan iklim tidak bisa dianggap sebelah mata. Dampak tersebut kini diperparah oleh pandemi COVID-19 hingga resesi ekonomi.

"Dampak perubahan iklim sangat nyata, COVID-19 dan resesi ekonomi hanya memperumit situasi semua ini," ungkap Luhut.

Luhut mengatakan Indonesia sudah memperbaharui target Nationally Determined Contribution (NDC) alias komitmen penurunan emisi karbon sebagai langkah adaptasi dan ketahanan iklim dunia.

Dalam catatan detikcom, target NDC Indonesia sendiri adalah dapat mengurangi emisi karbon di dalam negeri sebesar 29% dengan kemampuan sendiri, ataupun paling maksimal hingga 41% dengan bantuan dunia internasional pada tahun 2030.

Di tengah upaya penanggulangan perubahan iklim ini lah, Luhut meminta anak-anak muda saat ini ikut bergerak. Paling tidak, seringan-ringannya adalah mengubah gaya hidup lebih ramah lingkungan dan rendah karbon.

"Pemuda yang memiliki pemikiran idealis, inovatif, dan connected everywhere ini memainkan peran penting terhadap penanggulangan perubahan iklim. Mereka bisa beradaptasi dan mengganti gaya hidup rendah karbon," ungkap Luhut.

Luhut juga mengatakan pemerintah akan membuka diri untuk partisipasi anak muda dalam pengambilan keputusan soal penanggulangan perubahan iklim. Mulai dari di tingkat lokal hingga global.

Dia juga bercerita baru saja melakukan pertemuan dengan John Kerry, yang merupakan utusan khusus Presiden AS Joe Biden untuk masalah lingkungan hidup. Pada pertemuan itu Luhut membicarakan soal komitmen Indonesia dan potensi kerja sama kedua negara dalam menanggulangi perubahan iklim.

"Saya baru selesai makan malam dengan utusan khusus Presiden Biden, John Kerry. Kita bicara panjang lebar soal program-program yang mengarah ke situ (penanggulangan perubahan iklim)," kata Luhut.



Simak Video "Luhut Buka Suara Disebut 'Menteri Segala Urusan'"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT