PGN Cari Partner Eksplorasi CBM
Selasa, 18 Apr 2006 12:28 WIB
Jakarta - PT Perusahaan Gas Negara (PGN) tertarik untuk mengelola coal bed methane (CBM) di Kalimantan Timur dan Sumatera Selatan. Saat ini PGN tengah mencari partner untuk mengeksplorasi CBM."Kita cari partner dulu untuk lakukan eksplorasinya. Yang penting kalau CBM-nya dekat pipa kita siap bawa CBM itu melalui pipa," kata Dirut PGN WMP Simanjuntak kepada wartawan di sela-sela Konferensi Energi Alternatif Masa Depan untuk Kawasan di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (18/4/2006).Namun hingga kini diakui Simanjuntak, PGN belum mendapatkan partnernya. "Belum, kita sedang mengkaji dulu. Ini kan prosesnya panjang. Belum dilakukan seismiknya lalu eksplorasinya," urainya.PGN akan tetap mengupayakannya walaupun nantinya tekanan gas CBM itu kecil. "Tekanannya kecil kita akan tingkatkan," ujarnya.PGN saat ini masih akan melihat berapa cadangan gas CBM di Kaltim dan Sumsel. "Kita lihat cadangannya ada tidak, kita pastikan," urainya.Sebelumnya, PGN memang akan melakukan kegiatan pengembangan CBM. Tujuannya untukmenggantikan gas bumi mulai 2015.Direktur Pengembangan PGN Adil Abas mengatakan, kerjasama pengembangan CBM ini dilakukan di Kalimantan yang memiliki cadangan cukup besar. "Kami akan mulai tahun ini kerjasama dengan operator tambang yang melakukan eksplorasi," kata Adil.Adil menjelaskan CBM merupakan gas bumi yang didominasi gas metana yang proses pembentukannya berlangsung secara alamiah pada kondisi terperangkap dan terserap dalam batubara. Ini berbeda dengan gas bumi konvensional yang diproduksi dari reservoir non batu bara, seperti pasir, gamping, dan rekahan batuan beku. Cadangan CBM di Indonesia sangat besar sekitar 182 triliun cubic feet (tcf) di Kalimantan Timur dan 183 tcf di Sumatera Selatan. CBM ini dapat dimanfaatkan sebagai pengganti gas masa mendatang asal mulai dikembangkan sejak sekarang. PGN berharap dengan dimulai pengembangan CBM tahun ini maka pada 2015 dapat menggantikan penggunaan gas bumi. "Pipa Kalimantan-Jawa Tengah dapat tetap terpakai karena memasok CBM," tambahnya. Soal harga jual CBM, Adil yakin lebih murah dibanding gas bumi pada 10 tahun mendatang. Harga CBM saat ini lebih mahal US$ 6 - US$ 7 per mmbtu dibandingkan harga gas.Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro pernah mengatakan CBM merupakan energi alternatif di Indonesia. Ada 11 tempat yang berpotensi mengandung CBM, di antaranya Ombilin, Sumatera Selatan, Bengkulu, Barito, Kutai, Tarakan, dan Sulawesi. Cadangan CBM cukup besar, sekitar 400 tcf. Padahal, cadangan gas konvensional hanya sekitar 195 tcf.
(mar/)











































