Perusahaan Singapura Bangun Pusat Data di Batam

Angga Aliya - detikFinance
Senin, 18 Okt 2021 18:01 WIB
MEYRIN, SWITZERLAND - APRIL 19:  A detailed view in the CERN Computer / Data Centre and server farm of the 1450 m2 main room during a behind the scenes tour at CERN, the Worlds Largest Particle Physics Laboratory on April 19, 2017 in Meyrin, Switzerland.  Experiments at CERN generate colossal amounts of data (the LHC experiments produce over 30 petabytes of data per year). The Data Centre stores it, and sends it around the world for analysis. Archiving the vast quantities of data is an essential function at CERN. CERN has more than 130 Petabytes of stored data (the equivalent of 700 years of full HD-quality movies). CERN does not have the computing or financial resources to crunch all of the data on site, so in 2002 it turned to grid computing to share the burden with computer centres around the world.  The centre maintains disk and tape servers, which need to be upgraded regularly.  (Photo by Dean Mouhtaropoulos/Getty Images)
Foto: Dean Mouhtaropoulos/Getty Images
Jakarta -

Pengembang dan pengelola pusat data asal Singapura, Data Center First Pte Ltd meluncurkan proyek data center 30 MW di Nongsa Digital Park, Batam. Data center dengan nama Nongsa One ini diperkirakan rampung pada 2023.

Data Center First adalah operator data centre internasional pertama yang beroperasi di Batam. Adapun nilai investasi tahap I sebesar US$ 40 juta atau setara Rp 568 miliar (asumsi kurs Rp 14.200) di kompleks Nongsa One DC dan diharapkan dapat memperkuat konektivitas antara Nongsa dan Singapura.

Dalam keterangan tertulis, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, proyek ini akan memberikan dampak yang besar bagi perekonomian Indonesia dan mempercepat transformasi digital.

"Saya sangat mengapresiasi proyek data centre 30 MW yang akan dibangun Data Center First, dan menyambut baik pelaksanaan tahap 1 proyek senilai US$40 juta. Diperkirakan, melalui satu proyek ini dapat ditarik arus investasi asing langsung senilai US$ 300 juta ke Nongsa Digital Park. Investasi ini dapat memberikan dampak yang sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan mempercepat transformasi digital di Indonesia," katanya, Senin (18/10/2021).

Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura Gan Kim Yong menyambut baik proyek ini. Hal ini akan menjadikan Nongsa sebagai hub yang berkembang untuk teknologi informasi.

"Kami menyambut baik peluncuran proyek Nongsa One oleh Data Center First. Nongsa One akan memperkuat status Nongsa sebagai hub yang berkembang untuk teknologi dan jasa teknologi informasi juga data center. Investasi oleh Data Center First memperlihatkan potensi model nearshoring bagi operator data centre yang berbasis di Singapura yang ingin meningkatkan kapasitas dan memanfaatkan pesatnya permintaan layanan data centre di Asia Tenggara," terangny.

Mike Wiluan, CEO Nongsa Digital Park, mengungkapkan, investasi ini menjadi bukti Nongsa Digital Park dapat menarik SDM yang baik serta menjadi mitra infrastruktur global.

"Kami gembira menyambut kehadiran data center 30 MW milik Data Centre First dalam ekosistem perusahaan digital yang tengah berkembang dan terbentuk di Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa. Infrastruktur modern ini membuktikan komitmen NDP dalam menarik SDM terbaik dan sebagai mitra infrastruktur global sekaligus memperkuat peran kami sebagai 'jembatan digital' pada peta jalan digitalisasi Indonesia. Kami ingin berkolaborasi dengan Data Centre First untuk menarik minat lebih banyak investasi asing guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia," terangnya.

Nongsa One menempati lahan seluas 2,5 Ha di Kawasan Ekonomi Khusus Nongsa atau dikenal sebagai Nongsa Digital Park. Nongsa One telah memperoleh komitmen pasokan listrik dari dua gardu independen di jaringan distribusi listrik PLN. Dua gardu ini akan menghubungkan Nongsa One dengan dua jalur kelistrikan independen.

Sebagai pusat data yang tidak terikat oleh satu jaringan (network neutral), Data Center First hingga saat ini akan memiliki konektivitas yang aman dari tiga penyedia kabel bawah laut, dua penyedia layanan jaringan internasional, dan dua ISP bisnis yang menghubungkan Singapura dan Jakarta melalui Nongsa Digital Park di Data Center First, Nongsa One.

"Nongsa One telah hadir di Nongsa Digital Park dan kami gembira menjadi penghubung baru dalam visi besar tentang masa depan digital Singapura dan Indonesia. Hal ini terwujud berkat komunitas klien yang terus bertambah dan keperluan menyediakan layanan independen di sentra bisnis terbaru ini. Kami terus menerima minat dari penyelenggara jasa telekomunikasi, penyedia infrastruktur cloud, dan penyedia layanan e-commerce," terang Ka Vin Wong, Chief Executive Data Center First.

(ang/zlf)