Batal Jadi Stasiun Kereta Cepat, Walini Bakal Bernasib Seperti Jonggol

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 19 Okt 2021 15:36 WIB
Kawasan Walini Bandung Barat
Batal Jadi Stasiun Kereta Cepat, Walini Bakal Bernasib Seperti Jonggol
Jakarta -

Kabar buruk buat pemilik tanah di Walini, Bandung Barat. PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) batal membangun stasiun di Walini.

Kabar tersebut tentu akan membuat para pemilik lahan di Walini gusar, terutama para spekulan. Bagaimana tidak, harga tanah di sana sudah naik gila-gilaan dan sudah ditawarkan dengan berbagai macam promosi.

Direktur Eksekutif Pusat Studi Properti Indonesia (PSPI) Panangian Simanungkalit menilai, kawasan Walini bakal bernasib sama dengan Jonggol yang juga pernah dikerubungi para spekulan.

"Itu kan spekulasi, itu risiko dari pembelinya, karena dulu juga Jonggol dibikin seperti kota baru, terus nggak jadi. Bisa bernasib sama dengan Jonggol, karena Walini ini sebagai konsep pengembangan, kalau nggak jadi entah karena over run cost atau apapun ya itu nilai propertinya akan turun," tuturnya saat dihubungi detikcom, Selasa (19/10/2021).

Jonggol sendiri memang beberapa kali menarik perhatian para spekulan karena adanya beberapa rencana pengembangan. Pernah disebut menjadi ibu kota baru hingga yang terbaru adanya rencana pengembangan Jonggol menjadi kota baru.

Panangian menilai kenaikan harga yang sudah terjadi di Walini maupun Jonggol akan terus turun hingga lebih rendah dari harga awal.

"Wah lebih parah (penurunannya), karena sudah naik tinggi. Biasanya kalau spekulan begitu. Spekulan inikan bukan hanya tingkat individu, tingkat perusahaan juga banyak. Mereka mainnya bisa puluhan hektare," ucapnya.

Tidak hanya menanggung kerugian dari segi penurunan harga, menurut Panangian tanah di Walini juga akan sulit untuk dijual.

"Ya bakalan susah dijual, pertanyaannya siapa yang mau beli? Karena kalau di sana nggak ada manfaatnya ya pembeli nggak akan ada yang mau, walaupun diiming-imingi apapun," ucapnya.

Lihat juga video 'Kereta Cepat JKT-BDG Kini Dibiayai APBN, PKS: Belum Tentu Manfaat':

[Gambas:Video 20detik]