Mengintip Peluang Bisnis 'Bungkus Kado' RI yang Tembus AS-Inggris

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 20 Okt 2021 16:01 WIB
Ekspor Bungkus Kado
Foto: Ekspor Bungkus Kado
Jakarta -

Tak dipungkiri lagi bahwa pandemi virus Corona telah membuat perekonomian seluruh dunia porak poranda. Tak terkecuali di Indonesia. Namun, di tengah dahsyatnya hantaman pandemi, bukan berarti tak ada peluang bagi para pelaku ekonomi untuk bangkit.

Salah satu bisnis yang bisa dijajal adalah bisnis bungkus kado atau yang dikenal juga dengan gift wrapping paper. Managing Director PT Cermai Makmur Abadi Internasional (Cermai Makmur), Theresia O Sutaman mengungkap, peluang bisnis sektor ini sangat menjanjikan dengan peluang bisa tembus ke pasar ekspor.

"Potensi pasar ekspor gift wrapping paper sangat besar. Info yang kami peroleh, nilainya mencapai sekitar US$ 15 miliar per tahun," tutur dia.

Salah satu pemain besar bisnis gift wrapping paper, IG Design Group PLC, Inggris ditaksir mampu meraih pendapatan sekitar US$ 634 juta. Mengutip data laporan London Stock Exchange, 8 Oktober 2021, pendapatan IG Design Group PLC's pada 2019 sebesar US$ 448,4 juta. Kemudian naik menjadi US$ 494,2 juta pada 2020. Tahun 2021, hingga ini tercatat sebesar US$ 634,3 juta. Lalu, pemain besar lainnya di industri ini datang dari Tiongkok.

"Tiongkok berkontribusi sekitar 30% terhadap pasar gift wrapping paper global," tutur Theresia.

Lalu bagaimana dengan pemain lokal di tanah air?

Theresia mengatakan, pelaku industri tanah air juga punya peluang yang sama besar untuk bisa menembus pasar ekspor. Hanya saja, memang ada sejumlah tantangan yang dihadapi dan beragam persyaratan yang perlu dipenuhi agar produk RI bisa bersaing di pasar ekspor.

Menurutnya, inovasi produk dalam pembungkus kado merupakan faktor utama yang berkontribusi terhadap pertumbuhan industri ini. Selain itu, peningkatan daya beli telah mendongrak permintaan untuk pilihan hadiah yang elegan dan disesuaikan. Hal ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan industri produk hadiah secara keseluruhan, yang secara positif akan mempengaruhi pasar global.

"Pemain besar bisnis gift wrapping paper adalah perusahaan-perusahaan global, sekalipun demikian kita mampu bersaing. Perusahaan Indonesia dapat berkecimpung asal kompetitif dan mampu menciptakan buyer di pasar besar dunia," papar Theresia.

Theresia menambahkan, pihaknya sendiri telah berhasil memproduksi beragam produk kertas pembungkus bingkisan yang bisa menembus pasar ekspor utamanya Amerika Serikat dan Inggris.

Perusahaan yang telah berdiri selama 28 tahun ini, telah memproduksi beragam gift wrapping product yang meliputi gift wrap paper, gift boxes, gift bags, printed tissue papers, serta tags and also card.

"Di samping itu, kami juga memproduksi party decorations juga seperti untuk ulang tahun (birthday), graduation, weddings, dan valentine," ujar Theresia.

Dia optimistis, nilai pasar gift wrapping paper global masih terus bertumbuh. Karena itu, peluang perusahaan Indonesia untuk masuk juga terbuka lebar.

Apa lagi, di tengah pandemi yang membatasi intensites interaksi fisik seperti saat ini, memberi hadiah berupa bingkisan menjadi kegiatan yang kian diminati karena dianggap sebagai cara untuk mengungkapkan rasa terima kasih atau penghargaan. Akibatnya, kebiasaan memberi hadiah telah berkembang selama bertahun-tahun.
Bertukar hadiah tidak terbatas pada festival atau musim liburan seperti Thanksgiving dan Natal.
Orang-orang memberikan hadiah pada berbagai kesempatan seperti ulang tahun, pesta rumah, pesta kelulusan, dan pesta perpisahan. Karena produk pembungkus kado dianggap meningkatkan nilai estetika produk secara keseluruhan, peningkatan acara pemberian hadiah diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pasar.

(upl/upl)