Disuntik Rp 7 T, Mobil Terbang Made in China Ini Siap Meluncur 2024

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 20 Okt 2021 22:30 WIB
Mobil terbang AirCar Klein Vision
Ilustrasi/Foto: Klein Vision
Jakarta -

Perusahaan mobil terbang asal China, HT Aero, yang merupakan afiliasi produsen mobil listrik China Xpeng Inc telah mendapatkan dana sebanyak US$ 500 juta setara Rp 7 triliun (kurs Rp 14.057). Uang itu didapat dari para investor.

Pendiri dan Presiden HT Aero, Zhao Deli mengungkap uang tersebut akan digunakan untuk penelitian, pengembangan, serta meluncurkan model baru mobil terbang yang akan seliweran di jalan raya.

"Model generasi berikutnya perusahaan akan membuat kendaraan terbang dan mobil yang terintegrasi penuh, dirancang untuk perjalanan udara di ketinggian rendah dan dikemudikan di jalan raya," katanya dikutip dari CNBC, Rabu (20/10/2021).

Sebelumnya, perusahaan ada bulan Juli lalu, telah meluncurkan X2, prototipe mobil terbang pertama dan kedua yang mampu mengangkut penumpang.

Kini, perusahaan berencana untuk meluncurkan kembali kendaraan terbang tipe baru secara resmi pada tahun 2024, kata Zhao. Namun, dia tidak memberikan kejelasan waktu tepatnya kapan kendaraan baru itu akan diluncurkan.

Sebagai informasi, dana investasi itu didapat pada putaran pendanaan HT Aero. Investor terbesar diduduki oleh IDG Capital, modal 5Y serta Xpeng. Investor lain yang menyuntikkan modal itu juga termasuk Sequoia China, Eastern Bell Capital, GGV Capital, GL Ventures dan Yunfeng Capital.

Pendiri Xpeng, He mengatakan pernah mengatakan bahwa kendaraan terbang akan menjadi bagian dari masa depan perusahaan. Namun, kendaraan tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, yakni terkait teknologi untuk bagaimana berhenti dan turun ke tanah. Selain itu, persetujuan peraturan untuk beroperasi juga masih perlu didorong.

(eds/eds)