Sri Mulyani Wanti-wanti Uang Negara Buat COVID-19 Jangan Dikorupsi!

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 21 Okt 2021 10:54 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mewanti-wanti uang negara untuk penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PCPEN) jangan disalahgunakan.

Bendahara negara itu menjelaskan pandemi COVID-19 adalah situasi yang genting. Jadi, uang negara baik APBN maupun APBD harus benar-benar bermanfaat bagi kepentingan masyarakat.

"APBN dan APBD yang bekerja luar biasa keras dalam situasi COVID seperti yang tadi saya sampaikan memang terus didesain dalam situasi yang terus fleksibel. Dalam situasi ini mungkin bisa terjadi moral hazard atau penyelewengan," katanya dalam webinar, Kamis (21/10/2021).

Dijelaskannya, meskipun di tengah pandemi ini APBN dan APBD dibuat fleksibel, di sisi lain tetap harus dikawal dan diawasi, serta dipastikan akuntabilitasnya. Lanjut mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu, kegiatan pemerintah harus dievaluasi dan dipantau agar tidak ada penyalahgunaan anggaran.

"Jangan sampai dalam situasi yang emergensi atau kegentingan yang memaksa instrumen-instrumen yang sangat penting ini, kemudian disalahgunakan atau dilakukan langkah-langkah yang hasilnya tidak betul-betul menghasilkan perbaikan bagi masyarakat," tuturnya.

Survei pun dilakukan untuk memastikan bahwa program-program PCPEN yang menggelontorkan anggaran ratusan triliun tepat sasaran. Untungnya sejauh ini hasilnya memuaskan.

"Di bidang perlindungan sosial kita dari awal mendengar bahwa persoalan dari sisi targeting perlu untuk diperbaiki, dan dalam hal ini perbaikan dari DTKS atau target dari rumah tangga yang mendapatkan bantuan pemerintah diusahakan semakin baik, dan kita melihat memang dari survei terlihat jumlah yang menerima semakin sesuai dengan target," ujarnya.

Inklusi keuangan dengan adanya bantuan sosial, Kartu Prakerja, dan bantuan subsidi upah (BSU) telah meningkatkan jumlah rekening atau penggunaan rekening bank bagi masyarakat, terutama kelompok yang penghasilannya rendah. Diyakininya itu pasti akan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "Sri Mulyani Kembali Sabet Gelar Penghargaan Internasional"
[Gambas:Video 20detik]