Indonesia Berpeluang Duduki Posisi Executive Director IMF
Selasa, 18 Apr 2006 19:28 WIB
Jakarta - Dalam sidang Interim IMF dan World Bank di Washington yang akan berlangsung pada pekan depan, Indonesia akan calonkan diri untuk menempati posisi executive director IMF."Mulai tahun depan Indonesia sudah bisa menempati posisi executive director di IMF. Pencalonannya harus dimulai dari sekarang dan pemberitahuan kepada pihak IMF harus bisa dilakukan pada bulan Agustus," kata Gubernur Bank Indonesia, Burhanuddin Abdullah, kepada pers di Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/4/2006).Dikatakan Burhanuddin, ada beberapa isu yang nanti akan dibicarakan dalam pertemuan IMF dan World Bank tersebut, diantaranya pembicaraan mengenai masalah penilaian kembali kuota negara-negara yang ikut IMF.Karena setelah terjadi krisis, ada kemungkinan kuota turun, oleh karena itu Indonesia akan memintakan kepada managing director IMF untuk memperhatikan kembali besaran dari kuota tersebut. "Kuota itu menentukan suara kita di IMF. Makin besar kuota makin besar suara, sama dengan pemegang sahamlah," jelas Burhanuddin.Sementara itu, dikatakan Kepala Perwakilan IMF untuk Indonesia, Steven Schwartz, di Depkeu, pertemuan itu merupakan pertemuan tahunan yang salah satunya juga membahas soal kuota dan juga proyeksi ekonomi Indonesia.Dijelaskan Steven, memang banyak negara-negara Asia yang merasa kurang terwakili soal ekonominya dalam IMF, oleh karena itu IMF juga akan mempertimbangkan soal keterwakilan tersebut."Ini menjadi bahan diskusi, karena banyak negara-negara Asia kurang terwakili dalam hal soal ekonominya, dan IMF ingin mempertimbangkan hal tersebut sehingga ada keterwakilan suara," kata Steven.
(mar/)











































