Ridwan Kamil Jaring Investor Garap Jabar Utara & Selatan

Wisma Putra - detikFinance
Kamis, 21 Okt 2021 18:24 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil
Foto: Dok. Pemprov Jabar: Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Selanjutnya dengan strategi dynamic balancing, yakni pendekatan yang berupaya menyeimbangkan antara penanganan kesehatan dan aktivitas ekonomi agar tetap berjalan secara terukur melalui berbagai kebijakan, serta dengan dukungan kolaborasi antara seluruh komponen pentahelix (masyarakat, pemerintah, otoritas, akademisi, media, serta dunia usaha) telah berhasil mendorong perbaikan ekonomi Jawa Barat secara bertahap dan kembali rebound tumbuh positif mulai triwulan II tahun 2021.

Sejalan dengan hal tersebut, Jawa Barat menjadi destinasi investasi utama secara nasional, baik investasi yang bersumber dari luar negeri (PMA) maupun domestik (PMDN). Pada semester I tahun 2021, realisasi investasi Jawa Barat mencapai Rp72,5 triliun tercatat sebagai realisasi investasi tertinggi di Indonesia, mencerminkan keunggulan dan daya saing investasi di Jawa Barat.

Salah satu keunggulan investasi di Jawa Barat adalah efisiensi investasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan nasional, bahkan bersaing dengan berbagai negara di Asia Tenggara. Pada tahun 2020, Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Jawa Barat tercatat pada kisaran 4% artinya 1 persen pertumbuhan ekonomi Jawa Barat membutuhkan rasio investasi/produk domestik regional bruto (PDRB) sekitar 4 persen. ICOR Jawa Barat jauh lebih baik dibandingkan dengan nasional yang sebesar 6,8% dan mampu bersaing dengan Thailand (4,4%), Malaysia (4,5%), ataupun Vietnam (4,6%).

Realisasi investasi di Jawa Barat yang tetap tinggi di tengah pandemi didukung oleh tiga hal, yakni infrastruktur pendukung yang memadai, sumber daya manusia yang lebih berkualitas dan dukungan pemerintah daerah terhadap kemudahan berinvestasi seperti proses perizinan yang mudah dan promosi investasi yang berkelanjutan, serta dukungan pemerintah pusat seperti melalui berbagai proyek infrastruktur nasional di Jawa Barat.

Selain itu, sebagai provinsi terpadat di Indonesia, Jawa Barat memiliki keunggulan tidak hanya memiliki potensi tenaga kerja yang melimpah dengan persentase penduduk usia produktif mencapai 70 persen (BPS, 2020), tetapi juga kelas konsumen yang sangat dinamis yang pada akhirnya dapat membentuk pasar domestik yang besar, yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi sehingga memberikan daya tarik investasi.

Gelaran WJIS ini merupakan puncak kegiatan setelah rangkaian acara Road to WJIS 2021, yaitu Forum Infrastruktur, Peluncuran Ekosistem Investasi Jawa Barat, dan Peningkatan Kapasitas Presentasi Ikhtisar Proyek Investasi.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, The Role of Investment in Indonesian Economy dengan menekankan bahwa pentingnya mendorong investasi daerah sebagai salah satu kunci utama untuk mengakselerasi pemulihan ekonomi nasional dan pada jangka menengah panjang investasi diperlukan untuk kembali pada path reformasi struktural menuju Indonesia maju.

"Sebagai daya dukung investasi, otoritas perlu untuk terus memastikan kebijakan ekonomi yang prudent melalui bauran kebijakan (policy mix) dan pentingnya menjaga sinergi koordinasi kebijakan ekonomi nasional yang erat antara Pemerintah, BI, OJK, dan berbagai instansi/lembaga," katanya Kamis, (21/10/2021).

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik halaman kedua