Penerbangan Perintis Tak Wajib PCR

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 21 Okt 2021 21:15 WIB
Pesawat kecil atau yang biasa disebut (perintis) Susi Air mengantarkan masyarakat dari Bandar Udara Nunukan menuju Bandra Udara Yuvai Semaring Krayan, Kalimantan Utara.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Calon penumpang yang mau naik pesawat wajib menunjukkan tes reverse transcription polymerase chain reaction (RT-PCR) mulai 24 Oktober 2021. Tetapi aturan itu tidak berlaku untuk penerbangan perintis atau daerah terpencil.

Aturan petunjuk teknis perjalanan orang dalam negeri melalui transportasi udara itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Nomor 88 Tahun 2021.

"Untuk transportasi udara di daerah perintis, aturan tadi (wajib PCR) tidak diberlakukan," kata Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati dalam konferensi pers virtual 'Pengaturan Perjalanan Dalam Negeri Seiring Pelandaian COVID-19', Kamis (21/10/2021).

Tidak diberlakukannya syarat RT-PCR bagi penerbangan perintis karena ketersediaan infrastruktur yang masih minim di daerah terpencil.

"Karena situasi dan kondisi di daerah perintis ini sangat berbeda dengan wilayah yang lain. Di sana persediaan infrastrukturnya tentu tidak sama dengan di daerah lain sehingga kami tetap berikan dispensasi untuk tidak memberlakukan ketentuan tadi," imbuhnya.

"Karena kita memang harus tetap melayani masyarakat yang di daerah perintis, yang umumnya ini ada di daerah perbatasan, terpencil sehingga kita harus memberikan pelayanan meski ada keterbatasan infrastruktur," tambahnya.