Heboh Split Bill di Twitter, Siapa yang Harus Bayar saat Kencan Pertama?

Siti Fatimah - detikFinance
Jumat, 22 Okt 2021 14:38 WIB
Closeup woman checking the price of foods on the bill after meal in the restaurant
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/patpitchaya

Dia menyarankan, ekspektasi tersebut harus diturunkan dan diubah menjadi pola pengaturan keuangan yang sehat. Dengan adanya split bill, tiap orang terbiasa untuk mengatur pengeluaran dan meminimalisir kesalahpahaman seperti yang viral baru-baru ini.

"Dari sisi keuangan juga bagus, kita bisa memanajemen (keuangan), dan kita kalau nggak siap untuk keluar, nggak punya uang lebih baik kita nggak keluar. Atau mungkin salah satunya bilang ke pasangan kalau kita nggak punya ongkos nah itu sebenarnya ngasih sinyal. Bisa dengan cara 'boleh nggak nanti ketemuannya tanggal 1 aja,' orang juga kan engeh nunggu tanggal gajian," tuturnya.

Sementara itu, Perencana Keuangan Andy Nugroho juga menilai tidak ada aturan jelas mengenai permintaan split bill menyalahi etika. Namun, kata dia bagi sebagian masyarakat tentu akan merasa aneh karena budaya yang berkembang selama ini.

"Mengenai split bill, kalo menurut saya sih sebenarnya tertulisnya aturan kan nggak ada persis cuman budaya kita apalagi ini first date, biasanya yang akan membayarkan yang cowok," ujar Andy.

Alasannya, kata dia, laki-laki pada kesempatan pertama bertemu dengan wanita biasanya akan berusaha menampilkan sisi positif dari pribadinya. Oleh sebab itu, kata dia, tak jarang laki-laki yang akan membayar tagihan makan, menjemput atau mengajak nonton.

"Jadi misalnya kemudian ada yang baru pertama kali nge-date lalu minta split bill apakah itu menyalahi etika? Mungkin buat sebagian besar couple akan terasa aneh, cuman kalau perempuan ga ada masalah dengan itu ya aman-aman aja," pungkasnya.


(ara/ara)