Bayar Utang ke Pemerintah Diskon hingga 60% + 20%, Ini Syaratnya!

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 22 Okt 2021 18:15 WIB
Ilustrasi utang pinjaman online
Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur
Jakarta -

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan memberikan keringanan kepada debitur yang memiliki utang ke negara. Diskon tersebut diberikan melalui mekanisme crash program yang diberlakukan hingga akhir tahun 2021.

Crash program yang dimaksud, adalah program keringanan dan moratorium pembayaran utang. Di mana objek yang bisa memanfaatkan program ini adalah debitur UMKM yang nilainya di bawah Rp 5 miliar, debitur KPR RS/RSS sampai dengan Rp 100 juta, dan debitur lainnya yang sampai dengan Rp 1 miliar.

Sedangkan untuk moratorium, objeknya merupakan piutang yang macet karena pandemi COVID-19. Bentuk moratoriumnya pun berupa penundaan penyitaan, penundaan lelang, penundaan paksa badan.

"Sasaran kita adalah para debitur kecil dan pelaku UMKM. Kita menginisiasi bagaimana membantu debitur yang kecil-kecil bisa recovery lagi, bisa meringankan beban mereka dan UMKM bisa melanjutkan usahanya atau membuka usaha baru," kata Direktur Piutang Negara dan Kekayaan Negara Lain-Lain, Lukman Effendi dalam Bincang Bareng DJKN secara virtual, Jumat (22/10/2021).

Semua itu bakal mendapat keringanan dengan catatan piutang sudah diserahkan pengurusannya kepada Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) paling lambat 31 Desember 2020.

Ada dua skema diskon yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Keuangan nomor 15 tahun 2021 ini. Pertama diskon sebesar 35% dari utang pokok bagi debitur yang didukung oleh jaminan berupa tanah dan bangunan.

Diskon lebih tinggi diberikan kepada debitur tanpa jaminan tanah dan bangunan yakni sebesar 60% dari utang pokoknya. Debitur tanpa jaminan diberikan diskon tinggi karena mereka memiliki niat membayar yang tinggi tapi tidak memiliki kemampuan.

"Debitur kecil tanpa barang jaminan berarti keinginan membayarnya tinggi sekali. Mereka tetap kooperatif untuk mengembalikan piutang kepada negara meski di tengah COVID-19," tuturnya.

Kabar baiknya lagi, debitur bisa mendapatkan diskon tambahan pembayaran utang setelah diskon awal. Diskon tambahan ini diberikan sebesar 20% jika dibayar pada periode Oktober-Desember 2021.

"Apabila debitur dapat melakukan pelunasan pada bulan Oktober sampai dengan tanggal 20 Desember 2021, debitur berhak mendapatkan tambahan keringanan sebesar 20% dari sisa utang pokok setelah diberikan keringanan," kata Lukman.

Simulasi pembayaran utang dengan diskon 35% dan 60%:

Diskon 35% + 20% (bayar Oktober-Desember)

- Sisa utang pokok Rp 100 juta
- Keringanan utang 35% = Rp 35 juta

Maka jumlah yang harus di bayar Rp 65 juta.

- Tambahan keringanan Rp 65 juta x 20% = Rp 13 juta.

Maka jumlah pembayaran utang menjadi Rp 52 juta.

Diskon 60% + 20% (bayar Oktober-Desember)

- Sisa utang pokok Rp 100 juta
- Keringanan utang 60% = Rp 40 juta

Maka jumlah utang yang harus dibayar Rp 60 juta.

- Tambahan keringanan Rp 60 juta x 20% = Rp 12 juta

Maka jumlah pembayaran utang menjadi Rp 48 juta.

(aid/dna)