Sistem Tiket Kapal Feri Diubah Jadi Digital, Hasilnya Gimana?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 24 Okt 2021 23:01 WIB
Kapal Feri
Foto: Kapal Feri (Istimewa/ASDP)
Jakarta -

PT ASDP Indonesia (Persero) yang mengoperasikan layanan penyeberangan telah mengubah sistem tiketnya menjadi digital. Hal ini dilakukan via aplikasi Ferizy yang implementasinya dilakukan sejak Mei 2021.

Program digitalisasi tiket penyeberangan ini disebut cukup sukses. ASDP mencatatkan pertumbuhan pengguna yang membeli tiket penyeberangan via Ferizy periode Januari - September 2021. Jumlahnya kini mencapai 245.719 user atau tumbuh sebesar 58% bila dibandingkan dengan Tahun 2020.

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan peningkatan ini merupakan bukti keberhasilan ASDP dalam melakukan digitalisasi penyeberangan. Layanan tiket online Ferizy sendiri diimplementasikan di 4 pelabuhan utama yakni Merak, Bakauheni, Ketapang, dan Gilimanuk.

"ASDP telah berhasil melakukan peningkatan taraf peradaban dalam industri penyeberangan yang lebih modern," kata Shelvy dalam keterangannya, Minggu (24/10/2021).

Sejak awal implementasi Ferizy hingga saat ini, jumlah pengguna Ferizy mencapai 669.377 user, dengan rata-rata pertumbuhan sejumlah 27.302 user di tiap bulannya selama Tahun 2021.

Hal ini menunjukkan adanya pertumbuhan pengguna (user) Ferizy yang cukup signifikan mengingat jumlah pengguna (user) Ferizy saat awal implementasi pada 1 Mei 2020 hanya 45.295 user.

ASDP juga sudah mengintegrasikan penggunaan aplikasi PeduliLindungi di pelabuhan. Layanan penjualan tiket online Ferizy yang berlaku di Merak, Bakauheni, Ketapang dan Gilimanuk telah terintegrasi dengan Aplikasi PeduliLindungi, data vaksin menjadi syarat wajib dalam proses reservasi tiket online di Ferizy.

ASDP mengimbau pengguna jasa agar mempersiapkan perjalanannya, dengan melakukan pembelian tiket online secara mandiri via Ferizy, terutama di lintas penyeberangan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.

Pembelian tiket via online pun semakin mudah, calon penumpang cukup membeli tiket sendiri melalui ponsel mulai dari H-60 hingga maksimal 2 jam sebelum jadwal masuk pelabuhan. Pengguna jasa tidak perlu antre lagi di pelabuhan, cukup scan barcode. Setelah itu penumpang akan mendapatkan Boarding Pass untuk naik ke kapal.

(hal/dna)