Ini Dia Pulau Pisang yang Jadi Sarangnya Para Sultan

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 25 Okt 2021 11:21 WIB
pulau pisang nigeria
Foto: Dok. Stears Business
Jakarta -

Jika Indonesia punya kampung miliarder di Tuban karena warganya kaya mendadak setelah menjual tanahnya untuk proyek Kilang Pertamina, di Nigeria ada pulau yang jadi surganya para miliarder.

Banana Island atau Pulau Pisang adalah pulau buatan kecil di lingkungan Ikoyi di Lagos, Nigeria yang dibangun di atas air untuk menampung orang terkaya di negara tersebut, dan juga ekspatriat. Demikian disadur detikcom dari Mansion Global, Senin (25/10/2021).

Surga miliarder yang dihuni oleh keluarga terkaya dan paling terkenal di Nigeria ini selesai dibangun pada tahun 2000, menjadi tempat yang cocok untuk menikmati suasana tenang dan damai, serta jauh dari hiruk-pikuk dan keramaian Lagos, kota terbesar dan pusat keuangan di negara itu.

Harga real estat di Pulau Pisang didasarkan pada nilai tanah. Saat diwartakan pada 2019, Direktur Pelaksana Madingwa Real Estate, Roberta Nouboue menyebut harga tanah di sini US$ 1.101 per meter persegi, atau setara Rp 15.744.300 (kurs: Rp 14.300). Harganya tak seberapa bagi kantong para sultan.

Nouboue mengatakan harga rumah terpisah (tidak menempel dengan rumah lain) dibanderol mulai dari US$ 2,75 juta (Rp 39,3 miliar), dan paling mahal US$ 13,75 juta (Rp 196,6 miliar) untuk rumah terpisah enam kamar tidur di atas tanah 2.600 meter persegi.

"Ada lebih banyak apartemen dan rumah teras daripada rumah keluarga tunggal yang terpisah karena tanah sangat langka dan harga tanah sangat tinggi," kata Nouboue.

Pulau Pisang juga memilki fasilitas seni kelas atas. Ada Arthouse Contemporary, rumah lelang lokal; hotel Wheatbaker, yang mengadakan pameran seni dan acara yang berhubungan dengan seni; dan Museum Nasional Nigeria, yang menampilkan seni Nigeria terbaik. Ada juga toko-toko eksklusif dengan merek-merek ternama.

Penduduk juga tertarik dengan infrastruktur berteknologi tinggi di pulau yang tidak tersedia di negara lain. Sistem listrik dan air di Pulau Pisang berada di bawah tanah, ada sistem pembuangan limbah pusat dan pabrik pengolahan serta penerangan jalan dan jaringan telekomunikasi satelit.

Selain orang-orang terkaya di Nigeria, Pulau Pisang menarik berbagai ekspatriat dari Amerika Serikat, Inggris, Lebanon, India, dan Prancis. Mereka bekerja untuk perusahaan multinasional serta operator jaringan seluler besar Etisalat Nigeria; Airtel Nigeria, penyedia layanan seluler dan 4G prabayar, pascabayar; Ford Foundation Nigeria, sebuah organisasi nirlaba yang misinya adalah memajukan kesejahteraan manusia; dan firma hukum Olaniwun Ajayi & Co., yang semuanya berkantor pusat di sana.

"Sekelompok besar orang adalah penyewa di gedung-gedung tinggi," kata Nouboue. "Sebagian besar pemilik rumah keluarga tunggal tinggal di sini penuh waktu, tetapi mereka juga memiliki rumah di Inggris atau AS," sambungnya.

Siapa saja miliuner yang tinggal di sana? Lihat di halaman berikutnya.



Simak Video "Berkunjung ke Pulau Pisang Padang Sumatera Barat"
[Gambas:Video 20detik]