ADVERTISEMENT

Daerah Masih Nahan-nahan Belanja, Sri Mulyani Bilang Begini

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 25 Okt 2021 12:00 WIB
BUMN percetakan uang, Perum Peruri dibanjiri pesanan cetak uang dari Bank Indonesia (BI). Pihak Peruri mengaku sangat kewalahan untuk memenuhi pesanan uang dari BI yang mencapai miliaran lembar. Seorang petugas tampak merapihkan tumpukan uang di cash center Bank Negara Indonesia Pusat, kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (21/10/2013). (FOTO: Rachman Haryanto/detikFoto)
Daerah Masih Nahan-nahan Belanja, Sri Mulyani Bilang Begini
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencatat realisasi belanja APBD masih rendah. Ia mengatakan realisasi hingga September masih minus 2%.

"Realisasi belanja APBD masih lebih rendah sampai dengan September. -2,11%. Realisasi pendapatan lebih besar dari pada serapan belanja APBD per September," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa, Senin (25/10/2021).

Meski mengalami kenaikan, kata Sri Mulyani, namun dana Pemda masih lebih rendah dibanding tahun lalu.

"Dana Pemda di bank alami kenaikan namun lebih rendah dibanding periode yg sama tahun lalu. Sekarang naik lagi di Rp 194,12 triliun per September," katanya.

"Meski demikian dibanding 2 tahun terakhir ini simpanan Pemda Rp 239 triliun tahun lalu. Ini tetap jadi persoalan dari sisi tadi jumlah simpanan. Akhir tahun simpanan Pemda di atas 90 triliun. Ini terus diobservasi untuk perbaiki cashflow baik pusat maupun daerah," jelasnya.

Lebih lanjut Sri Mulyani mengatakan, realisasi penanganan COVID-19 di daerah untuk penanganan COVID dari alokasi umum mengalami kenaikan.

"Sedangkan untuk kenaikan ini kita lihat terjadi perbaikan untuk pembayaran terutama untuk tenaga kesehatan di daerah ini cukup baik Diharapkan terus terjaga," katanya.

(kil/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT