Industri Elektronik Khawatirkan Tingginya Harga Minyak

Industri Elektronik Khawatirkan Tingginya Harga Minyak

- detikFinance
Rabu, 19 Apr 2006 13:47 WIB
Jakarta - Pelaku industri elektronik mengaku cemas melihat tingginya harga minyak dunia yang terus meroket hingga US$ 72 per barel, karena bisa memukul sektor ini."Ya beratlah sekarang, harga bahan baku kan semua naik, yang dikhawatirkan sekarang sebetulnya impornya akan naik, apalagi rupiah sekarang begitu cepat menguatnya," kata Ketua Umum Gabungan Elektronik Indonesia (Gabel) Rachmat Gobel di Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (19/4/2006).Menurut Rachmat, dengan kondisi perekonomian saat ini saja sudah cukup berat bagi industri elektronik. Apalagi jika ditambah dengan berbagai kondisi yang kurang menguntungkan seperti tingginya harga minyak.Hal ini karena tingginya harga minyak akan berdampak pada naiknya biaya produksi dan bahan baku.Rachmat menjelaskan, saat ini industri elektronik maupun otomotif pasarnya sedang turun. "Kita sekarang 40 persen down, saya kira otomotif juga demikian," tukasnya.Penurunan penjualan tersebut, ujar Rachmat, bukan karena adanya serbuan produk dari Cina tapi lebih karena kondisi ekonomi dalam negeri yang belum membaik."Ekonomi kita belum membaik, kurang bagus sekarang ini" kata Rachmat. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads