Stok BBM Nasional Aman
Rabu, 19 Apr 2006 16:08 WIB
Jakarta - Pertamina menjamin stok BBM secara nasional saat ini aman karena berada dalam kisaran optimal. Stok BBM saat ini mencapai 22,5 hari."Secara nasional penjualan BBM masih 8,7 persen di bawah target (DOT/Daily Of Take) atau sebesar 151 ribu kilo liter (KL) per hari dari target 165 ribu KL per hari," kata Juru Bicara PT Pertamina (Persero) M Harun dalam siaran persnya yang diterima detikcom, Rabu (19/4/2006).Harun menyatakan, kekurangan pasokan Premium yang terjadi akhir minggu lalu di Surabaya dan sekitarnya telah berhasil diatasi. Untuk daerah Madura telah dilakukan tambahan suplai premium melalui jalan darat/truk tangki dari Depot Tanjung Perak Surabaya, di samping melalui melalui Tongkang ke Depot Camplong Madura. Konsumsi premium saat ini terjadi peningkatan sebesar 5,5 persen atau mencapai 46 ribu KL per hari dari target sebelumnya 43,5 ribu KL per hari. Minyak tanah masih stabil di 33 ribu KL dan penjualan solar mengalami penurunan hingga 22,2 persen dari target sebesar 68 ribu KL per hari menjadi hanya 53,2 persen.Pertamina menduga kenaikan konsumsi premium dimungkinkan karena tingginya angka kemacetan yang terjadi di kota-kota besar akibat maraknya demonstrasi akhir-akhir ini. Hal ini juga berdampak pada konsumsi solar karena terganggunya operasi industri sehingga permintaan solar menurun cukup tajam.Khusus untuk minyak tanah, Pertamina tetap berpegang pada kuota yang telah ditetapkan BPH Migas, sehingga permintaan yang sifatnya mendadak seperti yang terjadi di Bengkulu, semestinya dikoordinasikan dengan Pemda dan BPH Migas terlebih dahulu sebelum meminta tambahan kuota. Saat ini tengah dilakukan perbaikan pada salah satu unit operasi di Kilang Dumai. Namun kilang itu masih dapat dioptimalkan dengan tetap mengoperasikan unit utama CDU (Crude Destilate Unit) sehingga kilang masih tetap bisa berproduksi meski terjadi penurunan jumlah produksi untuk beberapa produk. Pengurangan produksi ini akan diganti oleh produksi dari kilang lainnya serta perubahan pola suplai untuk impor BBM untuk menutup kekurangan suplai dari daerah yang sebelumnya di suplai oleh kilang Dumai.Tingginya harga minyak yang saat ini di atas US$ 71 per barel memerlukan upaya antisipasi yang cermat serta pengaturan kembali manajemen impor. "Pertamina menyerukan kepada masyarakat untuk menghemat pemakaian BBM yang tidak produktif sehingga dapat menekan laju konsumsi," demikian M Harun.
(mar/)











































