Buruh se-Indonesia Demo Hari Ini, di Jakarta Geruduk Kantor Anies

Tim Detikcom - detikFinance
Selasa, 26 Okt 2021 07:29 WIB
Indonesian workers shout slogan during a May Day rally in Jakarta, Indonesia, Saturday, May 1, 2021. Workers in Indonesia marked international labor day on Saturday curtailed by strict limits on public gatherings to express anger at a new law they say could harm labor rights and welfare. (AP Photo/Dita Alangkara)
Foto: AP/Dita Alangkara

1. Minta UMSK Diberlakukan

Said meminta Upah Minimum Sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) tetap diberlakukan meskipun ketentuan itu telah dihapus dalam Undang-undang (UU) Omnibus Law Cipta Kerja menghapus ketentuan UMSK.
Pasalnya saat ini UU Omnibus Law Cipta Kerja masih dalam proses judicial review (uji formil) sejak digugat dan belum mendapat keputusan dari Mahkamah Konstitusi (MK).

"Omnibus Law Cipta Kerja sedang digugat, belum ada keputusan dari MK. Untuk mengisi kekosongan hukum, maka harus mengikuti PP 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan (ada UMSK), bukan PP 36 Tahun 2021 (tidak ada UMSK)" terangnya.

2. Cabut Omnibus Law UU Cipta Kerja

KSPI lagi-lagi akan menyuarakan aksinya untuk mendesak UU Cipta Kerja Omnibus Law agar dicabut.

"Karena bagi kami ini adalah kejahatan perburuhan. Negara lalai melindungi buruh baik buruh yang akan masuk pasar kerja, buruh yang sedang bekerja, dan buruh yang akan mengakhiri pekerjaannya karena hari tua atau pensiun," imbuhnya.

3. PKB Tanpa Omnibus Law

KSPI menolak nilai Perjanjian Kerja Bersama (PKB) diturunkan seperti yang ada di Omnibus Law.

"PKB dicantumkan dalam UU Nomor 13 Tahun 2003, di Omnibus Law nggak ada. Misal UU Omnibus Law mengatur UMK untuk karyawan kontrak yang masa kerja satu tahun ke bawah. Dalam PKB dia mengatur karyawan tetap satu tahun ke atas berapa upahnya, berarti ini kan nilainya lebih tinggi, kita nggak mau nilai PKB diturunkan seperti Omnibus Law," tandasnya.



Simak Video "Demo Buruh di Patung Kuda Usai, Massa Bubarkan Diri"
[Gambas:Video 20detik]

(aid/zlf)