Buruh se-Indonesia Demo Hari Ini, di Jakarta Geruduk Kantor Anies

Tim Detikcom - detikFinance
Selasa, 26 Okt 2021 07:29 WIB
Indonesian workers shout slogan during a May Day rally in Jakarta, Indonesia, Saturday, May 1, 2021. Workers in Indonesia marked international labor day on Saturday curtailed by strict limits on public gatherings to express anger at a new law they say could harm labor rights and welfare. (AP Photo/Dita Alangkara)
Foto: AP/Dita Alangkara
Jakarta -

Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) hari ini bakal melakukan aksi turun ke jalan. Salah satu tuntutannya adalah meminta kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) 2022 sebesar 7-10%.

"26 Oktober dari jam 9 atau 10 pagi sampai selesai seluruh anggota KSPI akan melakukan unjuk rasa lapangan. Yang dituntut ada empat isu, (pertama) naikkan UMK 2022 sebesar 7-10%," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam konferensi pers virtual, Senin (25/10/2021) kemarin.

Aksi ini rencananya bakal diikuti oleh ribuan buruh di depan kantor Gubernur, Bupati/Walikota di wilayah masing-masing. Di Jakarta sendiri, aksi akan dilakukan di depan kantor Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Jumlah massa yang akan terlibat lebih dari 10.000 orang, diikuti 1.000 pabrik di 24 provinsi dan lebih dari 100 Kabupaten/Kota. Di Jakarta, aksi akan dipusatkan di Balai Kota, kantor Gubernur DKI Jakarta," tuturnya.

Pihak KSPI menuntut kenaikan UMK 2022 hingga 10% karena berdasarkan hasil surveinya, rata-rata 60 item Kebutuhan Hidup Layak (KHL) mengalami kenaikan.

"Dari survei ditemukan yang paling mengalami lonjakan kenaikan harga adalah transportasi, terutama angkot dengan pandemi sedikit sekali yang beroperasi jadi berpindah ke transportasi online sehingga biaya transport meningkat tajam. Terus harga bahan pokok juga meningkat rata-rata 7-10%," bebernya.

Jika aksi tidak direspons oleh pemerintah, kata Said, pihaknya akan melakukan aksi yang lebih besar lagi dan tidak menutup kemungkinan akan berujung aksi mogok massal dengan setop produksi.

"Besok adalah aksi awal buruh turun ke jalan. Kalau tidak didengar, itu akan ada aksi lanjutan dan puncaknya tidak menutup kemungkinan melakukan aksi pemogokan, setop produksi, tapi kita akan lihat perkembangannya," imbuhnya.

Selain menuntut UMK 2022 naik, berikut tuntutan lainnya dari buruh: Bersambung ke halaman berikutnya



Simak Video "Demo Buruh di Patung Kuda Usai, Massa Bubarkan Diri"
[Gambas:Video 20detik]