Minyak Goreng Mahal Karena Rebutan Sawit dengan Pesawat?

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 26 Okt 2021 11:33 WIB
harga kelapa sawit  di mesuji mulai naik Rp.1300/kg di awal tahun 2016 dari tahun sebelumnya Rp1100/kg. (2-9-2016) Mesuji,sumatera selatan.
Kenaikan harga ini terjadi karena produksi CPO menurun.Selain akibat cuaca, tahun ini kebun kelapa sawit banyak memasuki umur replanting
Foto: Febri Angga Palguna
Jakarta -

Harga minyak goreng meroket. Berdasarkan penuturan pedagang di Pasar Jaya Gondangdia, Jakarta Pusat, kenaikan terjadi sejak sepekan. Pedagang tak mengetahui secara pasti penyebab naiknya harga salah satu dari 9 bahan pokok (sembako) itu.

Namun, yang diketahui salah satu penjual sembako di Pasar Gondangdia, Yuni, penyebab harga minyak goreng naik karena minyak sawit juga banyak digunakan untuk bahan bakar, salah satunya bioavtur untuk pesawat. Setidaknya itu informasi yang dia dapatkan.

"Yang saya tahu katanya kelapa sawitnya dipakai untuk itu ya, bahan baku buat bahan bakar pesawat ya, dari sejak itu sih infonya (harga minyak goreng naik)," katanya kepada detikcom, Selasa (26/10/2021).

Dia menjelaskan naiknya harga minyak goreng terjadi secara bertahap. Terakhir kali mengalami kenaikan pada Sabtu lalu.

"Naiknya sih bertahap ya cuma kemarin terakhir itu hari Sabtu ya," sebutnya.

Minyak goreng kemasan yang dia jual per liter kini sudah menyentuh Rp 19 ribu dari normalnya Rp 16-17 ribu. Lalu harga minyak goreng curah biasanya dijual sekitar Rp 17 ribu, sekarang sudah Rp 19 ribu.

Pedagang sembako lainnya, Siti sama sekali tidak tahu penyebab harga minyak goreng bisa meroket. Yang pasti, kenaikan harga sudah terjadi dari pemasok atau agen. Mau tidak mau dia ikut menaikkan harga jual ke konsumen.

"Kurang tahu saya (penyebab harga minyak goreng naik), saya jual di sini ya, (dari pemasok) naik ya saya ikut naik, paling kita ambil (untung) Rp 1.000-Rp 1.500, sama kuli gitu aja," tuturnya.

Dia menjelaskan harga minyak goreng naik sudah seminggu lebih. Harga minyak goreng kemasan yang dia jual per liter sudah menyentuh Rp 18 ribuan dari normalnya Rp 13-14 ribu.

Sebelumnya Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, OkeNurwan mengatakan kenaikan harga minyak goreng dikarenakan pengaruh dari kenaikan harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Dia bilang hal ini dipengaruhi mekanisme pasar, di mana harga CPO yang tinggi ikut mengerek kenaikan harga produk turunannya.

"Harga minyak goreng tetap mengikuti mekanisme pasar. Saat ini harga minyak goreng sangat dipengaruhi oleh kenaikan harga CPO," katanya.

Simak juga 'Jokowi Minta Harga Tes PCR Rp 300 Ribu, Berlaku 3x24 Jam':

[Gambas:Video 20detik]



(toy/eds)