Sri Mulyani Ungkap 4 Faktor Ekonomi Syariah Bakal Jadi Tren, Apa Saja?

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 26 Okt 2021 13:39 WIB
Sri Mulyani di Kantor Pajak
Foto: Maikel Jefriando
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkap ekonomi syariah bakal tumbuh pesat usai pandemi. Alasannya, ada sejumlah faktor pendukung ekonomi syariah akan tumbuh pesat.

Faktor pertama, berkaitan dengan populasi muslim di global yang terus tumbuh. Menurut Sri Mulyani ini merupakan faktor yang sangat penting.

"Ekonomi Islam menjadi daya tarik baru di global sebelumnya saya sudah menyebutkan setidaknya ada empat faktor. Satu faktor terpenting adalah demografi populasi muslim global, relatif muda dan terus tumbuh sebagai salah satu faktor paling penting," ujar Sri Mulyani dalam Diskusi Strengthen Islamic Economy and Financial in The Post Pandemic Era, Digitalization, and Sustainability, Selasa (26/10/2021).

Kedua, adalah teknologi digital. Menurutnya, kini teknologi digital menjadi salah satu instrumen penting juga dalam keuangan yang tentunya akan menerapkan nilai-nilai islam.

"Teknologi digital ini sebagai salah satu instrumen agar kita dapat menerapkan nilai-nilai Islam. Kita' melihat teknologi digital yang sangat rinci termasuk keuangan digital dapat menghapus eksploitasi di Indonesia. Saya pikir kita semua sekarang menyesuaikan serta memperbarui praktik keuangan diekspor dan berevolusi ke digital," jelasnya.

Ketiga, perkembangan industri halal di dunia yang kini tumbuh pesat. Pertumbuhan itu disebut sudah merambah ke berbagai negara. Terutama sektor pariwisata yang mendorong wisata halal. Keempat isu berkelanjutan yang sangat sesuai dengan nilai islam.

Meski demikian, menurutnya masih banyak hal sulit untuk menumbuhkan ekonomi syariah ke depannya. Sri Mulyani mengungkap, semua pihak harus berkontribusi dalam memberikan solusi pembiayaan yang fundamental.

"Bagaimana memastikan ini, bisa sesuai dan menciptakan solusi dengan inovasi instrumennya bagi semua pihak untuk bisa berkontribusi di instrumen syariah sebagai solusi pembiayaan. Apakah itu terkait dengan kemiskinan, atau apakah ini terkait inovasi," imbuhnya.



Simak Video "Ma'ruf: Ekonomi Syariah Indonesia 2020 Peringkat Keempat Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)