Airlangga Ingin Pamer Capaian Pemulihan Ekonomi RI di G20 Bali 2022

Erika Dyah - detikFinance
Rabu, 27 Okt 2021 11:11 WIB
Airlangga Hartarto di forum tingkat ASEAN.
Foto: dok. Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menilai Indonesia bisa mengambil momentum dalam Presidensi KTT G20 Bali tahun 2022 mendatang. Apalagi Indonesia dinilai berhasil dalam menangani pandemi sekaligus percepatan dalam pemulihan ekonomi nasional.

"Ini adalah pertemuan terbesar dunia di antara pemimpin berpengaruh, yang akan menjadi pusat perhatian dunia," ujar Airlangga dalam keterangannya, Rabu (27/10/2021).

Dalam pidato pembukaan kuliah umum Golkar Institute yang disampaikan virtual, Ketua Umum Partai Golkar ini pun mengatakan bahwa Indonesia sebagai tuan rumah pertemuan G20 2022 memiliki peluang besar untuk mengatur agenda dan membujuk negara-negara lain tentang jalan terbaik ke depan di dunia pascapandemi.

"Kita juga bisa menjadi suara dunia yang sedang berkembang, suara dengan nada ramah tetapi dengan tujuan yang jelas, suara nalar di dunia dengan meningkatnya ketegangan kekuatan besar, yang secara mengkhawatirkan bergerak di jalan yang mungkin disesali oleh semua orang," jelasnya.

Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ( KPCPEN) ini menambahkan suara Indonesia harus mewakili sekaligus menjadi suara kemanusiaan dan demokrasi.

"Kita harus tetap bersahabat, kita bukan mengejar ketakutan atau keangkuhan, tetapi untuk saling merangkul dalam semangat harapan dan kepentingan bersama," terangnya.

Dalam kesempatan ini, Airlangga secara khusus menyampaikan pujiannya kepada pakar tentang Asia dan Indonesia asal Singapura, Prof. Kishore Mahbubani. Penasehat Golkar Institute ini berpendapat bahwa Indonesia sekarang dalam posisi yang baik untuk memainkan peran seperti itu.

"Profesor Kishore bisa menjelaskan bahwa dalam konteks kepemimpinan dan demokrasi di dunia saat ini, Indonesia patut berbangga," tuturnya.

"Indonesia adalah negara terbesar keempat di dunia, sangat beragam, dengan ribuan pulau, tempat yang tidak mudah bagi siapa pun untuk memerintah, namun bahkan di bawah hari-hari tergelap di tengah pandemi COVID-19, kita berhasil menjaga demokrasi dan ekonomi kita relatif sehat," sambungnya.

Airlangga menegaskan, dari keberhasilan penanganan pandemi COVID-19, pemulihan ekonomi, dan stabilitas politik, demokrasi Indonesia akan menjadi lebih kuat. Ia pun menegaskan bahwa ekonomi nasional akan tumbuh lebih baik lagi.

"Kami telah menunjukkan kepada dunia bahwa kami telah berhasil melakukan banyak hal yang dianggap tidak mungkin di dunia yang sedang berkembang serta menumbuhkan bunga demokrasi dengan merangkul keberagaman, dengan memeluk Islam dan moderasi, dan dengan membiarkan kebebasan berkembang dengan tetap menjaga ketertiban dan kesopanan," ungkapnya.

Terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia, Airlangga pun menilai bahwa grafiknya terlihat sangat menggembirakan.

"Kami tumbuh dengan lebih dari 7% pada kuartal kedua tahun ini, tingkat tertinggi pertumbuhan triwulanan dalam 16 tahun terakhir," paparnya.

Menurutnya, meski masih dilanda pandemi, Indonesia diberkati dengan ekonomi yang tangguh dibandingkan dengan apa yang terjadi di kebanyakan negara lain.

"Rekor kami sejauh ini adalah yang terbaik di Asia, dalam hal tingkat rebound setelah atau selama pandemi," tegas Airlangga.

"Jika kita melanjutkan tren positif ini di tahun-tahun mendatang, Indonesia akan menjadi satu dari lima ekonomi terbesar dunia, jauh sebelum kita merayakan 100 tahun Kemerdekaan Indonesia di tahun 2045. Inilah impian kita yang terdalam kuat, sehat, negara yang masuk akal, kekuatan untuk kebaikan di dunia," pungkasnya.

(ncm/ega)