Hutan Kota-Freeport Gelar Pameran Ukiran Suku Kamoro, Segini Harganya!

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 27 Okt 2021 18:10 WIB
Ukiran Suku Kamoro
Foto: Ukiran Suku Kamoro
Jakarta -

Suku Kamoro kembali menggelar pameran Kamoro Art Exhibition & Sale 2021. Kali ini acara digelar di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, pada 27-29 Oktober 2021 dengan kolaborasi bersama PT Freeport Indonesia (PTFI).

Terdapat kurang lebih 250 pcs berbagai hasil karya seni Suku Kamoro, mulai dari ukiran kayu yang dibuat para maramowe, noken dan anyaman tikar yang dibuat para mama Kamoro, pakaian adat, serta produk-produk seni lainnya.

Ketua Yayasan MWK Luluk Intarti mengatakan harga ukiran kayu yang dijual beragam mulai dari Rp 200 ribuan hingga hampir Rp 30 juta. Adanya acara ini diharapkan ukiran habis terjual dan masyarakat bisa lebih mengenal Kamoro, salah satu suku asli Papua.

"Harga yang paling murah ada Rp 200 ribuan sampai hampir Rp 30 juta karena semua handmade dibikin pakai tangan dan kayunya kayu keras," kata Luluk kepada wartawan di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, Rabu (27/10/2021).

Dilihat detikcom, harga ukiran kayu memang beragam tergantung ukurannya. Untuk gendang misalnya, ada yang dijual dengan harga Rp 3,2 juta, Rp 3,8 juta, Rp 4,2 juta, hingga Rp 5,3 juta.

Luluk menjelaskan hasil penjualan sebagian besar akan dikembalikan untuk seniman dan sebagian kecil penghasilan akan dilakukan subsidi silang sebagai bentuk regenerasi ke seniman muda demi keberlanjutan di masa yang akan datang.

"Mungkin sekitar 10-15% kami keep untuk seniman muda yang karyanya belum bisa sempurna. Bukan untuk yayasan karena Freeport sudah mendanai seluruh operasional kami," tuturnya.

Untuk diketahui, Kamoro adalah salah satu suku dari 255 suku di Papua, yang dikenal dengan karya seni berupa ukiran kayu, anyaman, dan tarian. Melalui pameran seni ini, PTFI berharap masyarakat Indonesia khususnya generasi muda sebagai ahli waris kekayaan budaya bangsa, semakin mengenal keragaman karya seni tradisional Papua sebagai bagian dari budaya Nusantara.

"PTFI sebagai perusahaan yang hidup dan tumbuh di tengah masyarakat Kamoro berkomitmen untuk menjaga kelestarian seni dan budaya Suku Kamoro serta terus memperkenalkannya kepada masyarakat Indonesia," kata Direktur Community Affairs PTFI Claus Wamafma.

(aid/dna)