Pemerintah Resmi Kelola Pulau Berhala, Dipakai buat Apa?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 30 Okt 2021 17:45 WIB
Para personel Satgas Operasi Bima Suci (OBS) 2020 menumpang rescue boat untuk merapat ke KRI Bima Suci usai menyerahkan logistik dan alat kesehatan kepada personel Pamtas di Pulau Berhala, Sumatera Utara.
Foto: ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
Jakarta -

Pulau Berhala merupakan salah satu pulau yang berada di gugusan pulau-pulau terluar Provinsi Sumatera Utara. Bahkan pulau ini menjadi ikon dan titik terluar serta berbatasan langsung dengan Malaysia.

Karena itu Kementerian Perhubungan cq Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Kantor Distrik Navigasi (Disnav) Kelas I Belawan resmi mengelola dan menata usaha aset Barang Milik Negara (BMN) yaitu Pulau Berhala. Termasuk sertifikasi area lokasi Menara Suar di pulau tersebut seluas 14.414 meter persegi.

Menara suar ini berfungsi sebagai sarana pendukung dalam keselamatan pelayaran. "Juga sekaligus menjadi tanda batas negara Indonesia. Jadi ini salah satu bentuk bahwa negara hadir di perbatasan untuk menjaga kedaulatan NKRI," kata Kepala Distrik Navigasi Kelas I Belawan Arif Muljanto dalam keterangan resmi, Sabtu (30/10/2021).

Dia mengungkapkan ke depannya proses pembangunan dan pengembangan Menara Suar akan lebih menjadi transparan, akuntabel, handal dan berdaya saing.

"Di bawah pemerintahan Presiden Republik Indonesia Bapak Joko Widodo, dan melalui arahan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, peran menara suar untuk menunjang keselamatan dan keamanan pelayaran dalam mendukung distribusi Logistik dan konektivitas antar wilayah menjadi hal yang perlu ditingkatkan sebagai wujud program Nawa Cita," ujar Arif.

Arif mengungkapkan, Pulau Berhala tidak hanya menjadi tempat berdirinya bangunan Menara Suar tetapi di Pulau Berhala pula terdapat aktivitas lain seperti keberadaan satgas TNI pengamanan pulau-pulau terluar dan ekosistem habitat penyu, spot menyelam/diving serta spot untuk memancing ikan yang sungguh menarik dan bisa menjadi daya tarik bagi para wisatawan.

"Sehingga pulau ini juga berpotensi dan memiliki daya tarik wisata," ujarnya.

Sebagai informasi, Kantor Disnav Kelas I Belawan merupakan instansi pertama yang telah mensertifikasikan lahan di Pulau Berhala pada tahun 2019 seluas 6.214 m2. Kemudian penambahan luas lahan seluas 8.200 m2 yang disertifikasi hari ini sehingga total luasan milik Kantor Disnav Kelas I Belawan di Pulau Berhala seluas 14.414 m2.

(kil/eds)