AS Selidiki Dolar Palsu Buatan Korut

AS Selidiki Dolar Palsu Buatan Korut

- detikFinance
Kamis, 20 Apr 2006 15:21 WIB
Jakarta - Kegeraman Amerika Serikat (AS) terhadap Korea Utara (Korut) makin bertambah. Terlebih lagi ketika uang dolar mereka dipalsukan. Agen dinas rahasia AS pun menyelidiki dolar palsu yang dituding buatan pemerintah Korut.Agen-agen dinas rahasia AS pun sudah tiba di Seoul, untuk melacak "uang super" yang merupakan tiruan uang kertas pecahan 100 dolar AS yang teramat rapi.Banyak uang palsu buatan Korut yang beredar di Korea Selatan (Korsel) dan kualitasnya merupakan tiruan terbaik selama ini. Bulan ini saja kepolisian Korsel menemukan 700 lembar pecahan uang kertas US$ 100. "Tiruan ini hampir 95 persen mirip dengan yang aslinya," kata Suh Tae Suk, ahli uang palsu Korea Selatan. Namun ada perbedaan kecil, yaitu tekstur kertas dan bahan kimianya, jadi para ahli masih bisa melihat perbedaan.Sebuah laporan dari Kongres AS memperkirakan nilai uang tiruan itu mencapai US$ 45 juta dan beredar ke seluruh dunia. Banyak dari uang kertas itu dibawa melewati Cina, dan jaringan kelompok kriminal mendistribusikannya ke Asia, sementara distribusi ke kawasan Eropa melalui Rusia. Para pejabat AS yakin uang palsu itu diproduksi di Korea Utara. Tudingan itu berdampak pada banyak bank-bank lain yang memutus hubungan dengan Korut.September tahun lalu, AS menggolongkan sebuah perusahaan bernama Banco Delta Asia di Makau, kawasan Cina, sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas pencucian uang palsu itu.Para mantan pejabat tinggi Korut membelot membenarkan tuduhan Washington bahwa Pyongyang terlibat dalam pencucian uang. Mereka mengatakan pemberantasan atas produksi uang palsu akan merupakan pukulan hebat bagi Kim Jong-ill dan melemahkan kekuasaannya.Seorang mantan diplomat Korea Utara menggambarkan kedutaan besar Korut tak punya uang sama sekali dan diminta untuk mendanai sendiri. "Kami mendapat kuota jumlah uang asing yang harus kami kumpulkan setiap tahunnya untuk membuktikan kesetiaan kepada negara," kata mantan diplomat yang tidak mau disebut namanya."Saya diharapkan mengumpulkan US$ 100 ribu setiap tahunnya dan mengirimnya ke sebuah bank di Cina," tambah mantan diplomat yang kini membelot ke Seoul seperti dikutip BBC, Kamis (20/4/2006). Dia mengaku atasannya pernah menyerahkan kepadanya uang palsu Amerika yang dicampur dengan uang asli untuk melakukan transaksi perdagangan di Asia Tenggara.Korut membantah tuduhan pemalsuan uang itu dan memboikot perundingan senjata nuklirnya sebagai protes atas langkah pembekuan keuangan oleh pemerintah AS. Pemerintah Korut mengatakan akan meningkatkan produksi nuklir mereka sampai AS mencabut sanksinya.Kom Dok-Hong, mantan anggota Komite Sentral Partai Pekerja Korea menyatakan, yang menjadi jantung dari produksi uang palsu ini adalah dinas rahasia Korea Utara yang disebut Biro 39, yang menurut para pembelot didirikan pada tahun 1970-an."Biro 39 mendapat monopoli untuk mengumpulkan mata uang asing," kata Kim Dok-hong, yang pernah bekerja sama dengan Biro 39 ketika menjadi anggota Komite Sentral Partai Pekerja Korea.Kim sampai saat ini dikawal dua polisi berpakaian preman jika bertemu dengan orang asing, demi keamanannya sendiri sejak membelot tahun 1997."Biro 39 juga punya monopoli dalam perdagangan produk berkualitas tinggi seperti jamur dan ginseng merah. Mereka juga mengendalikan perdagangan obat bius," tambah Kim.Kim pernah ditugaskan ke Beijing sebagai direktur sebuah perusahaan dagang dan tugasnya adalah mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk Kim Jong-ill. (mar/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads