Perusahaan Tak Bisa Sembarangan Rekrut Anak Magang, Begini Aturannya

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 31 Okt 2021 16:01 WIB
Bosch memberikan pelatihan dalam memproduksi komponen kepada siswa magang di Pabrik Bosch Plant 2, Suzhou, Tiongkok. Pelatihan itu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan teknologi di industri otomotif.
Ilustrasi Magang (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Magang menjadi kesempatan untuk mendapatkan pengalaman dan meningkatkan kemampuan sebelum benar-benar terjun di dunia. Tentu saja amat disayangkan jika hal itu justru dijadikan kedok oleh perusahaan demi mendapatkan pekerja berupah murah.

Perusahaan sebenarnya tidak bisa seenaknya menggelar magang. Ada aturan yang harus diikuti, yaitu Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Pemagangan di Dalam Negeri.

"Jadi dalam konteks ini sebenarnya kami telah mengatur aturan mainnya dan regulasinya, yang berhubungan dengan magang itu sendiri dan proteksi terhadap peserta magang dan hal-hal yang perlu dilakukan oleh perusahaan yang melaksanakan magang," kata Kepala Biro Humas Kemnaker Chairul Fadly Harahap kepada detikcom baru-baru ini.

Dalam Pasal 3 Permenaker 6/2020, untuk menyelenggarakan pemagangan, perusahaan harus memiliki unit pelatihan, program pemagangan, sarana dan prasarana, serta pembimbing pemagangan atau instruktur.

Pembimbing pemagangan adalah tenaga pelatihan yang bisa berasal dari pekerja yang
kompeten dan ditunjuk oleh penyelenggara pemagangan untuk membimbing peserta pemagangan di perusahaan.

"Dalam proses pemanggangan, perusahaan yang memberikan program pemagangan harus ada mentor atau pendamping untuk memastikan proses transfer knowledge (pengetahuan), atau transfer peningkatan skill/kompetensi ini dipastikan berjalan dengan baik dan sesuai dengan harapan calon atau peserta magang ini," jelas Chairul.

Bersambung ke halaman selanjutnya.