Faisal Basri Pilih Jokowi 2 Periode, tapi Kok Kritik Terus?

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 01 Nov 2021 16:17 WIB
Jakarta -

Ekonom Senior Faisal Basri mengakui bahwa dirinya memilih Joko Widodo (Jokowi) dalam 2 kali Pilpres. Namun sebagai pengamat, dia tetap melontarkan kritikan-kritikan pedas terhadap kebijakan yang diambil pemerintah.

Menurut catatan detikcom, Faisal Basri memang dua kali memberikan pernyataan dukungannya terhadap Jokowi di depan publik. Pertama saat Pilpres 2014, dia menyatakan tidak ragu mendukung Jokowi meskipun sebelumnya mereka sempat bersaing dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2012.

Dia juga kembali menyatakan dukungannya terhadap Jokowi dalam Pilpres 2019. Meskipun di periode pertama Faisal juga sering melontarkan kritikannya terhadap pemerintah.

Faisal mengaku sama sekali tidak menyesal memberikan dukungannya terhadap Jokowi. Justru dia merasa dukungannya itu yang membuat terkadang kritikannya didengar oleh Jokowi. Kritikan yang dia lontarkan juga dianggap sebagai tanggung jawabnya terhadap presiden yang dia pilih.

"Ya mungkin Pak Jokowi juga tahu saya tidak punya agenda dan saya memilih 2 kali Pak Jokowi dan saya tidak menyesal. Sebagai bentuk pertanggung jawaban saya sebagai pemilih, maka saya harus berusaha agar yang saya pilih itu berada di jalan yang benar," tuturnya saat berbincang dengan detikcom.

Salah satu kritikannya yang didengar Jokowi adalah soal Tol Laut. Bahkan kritikannya itu menjadi bahan dalam sidang kabinet terbatas di Istana. Program maritim yang tujuannya untuk memangkas biaya logistik itu dinilai tidak dijalani dengan baik. Padahal program itu dampaknya sangat positif.

"Ada yang buat video saya, judulnya Apa Kabar Tol Laut Pak Jokowi, itu akhirnya di-follow up dalam satu sidang kabinet terbatas. Paginya saya ditelepon sama kawan saya di Istana, 'mas Faisal tolong dong dioret-oret catatan mas Faisal untuk sidang kabinet'. Tapi saya melihat Jokowi masih mau dengar. Mungkin sekelilingnya lebih sering ketemu Pak Jokowi punya agenda sendiri-sendiri," tuturnya.

"Saya takutnya Pak Jokowi ini diblokade, dilindungi oleh sekelilingnya sehingga hanya mendengar apa yang Pak Jokowi senang, itulah bahayanya seorang penguasa kalau dikelilingi oleh orang-orang yang selalu membuat tuannya senang," tambah Faisal.

Meski begitu, Faisal menegaskan dirinya tidak pernah bertemu dengan Jokowi. Dia juga menyatakan tidak pernah bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

(das/fdl)