ADVERTISEMENT

Fenomena Bisnis 'Jual Gengsi' Lewat Jasa Sewa iPhone

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 01 Nov 2021 20:00 WIB
FILE PHOTO: An attendee uses a new iPhone X during a presentation for the media in Beijing, China October 31, 2017. REUTERS/Thomas Peter/File Photo
Ilustrasi/Foto: Thomas Peter/Reuters
Jakarta -

Media sosial Twitter diramaikan dengan postingan salah satu akun yang menginfokan ada jasa sewa untuk handphone merek iPhone. Harganya pun di kisaran puluhan hingga ratusan ribu per hari.

Dalam unggahan foto akun tersebut, jasa sewa iPhone itu menargetkan untuk siapa saja yang ingin bergaya menggunakan iPhone. Seperti kita tahu, iPhone sendiri menjadi primadona di dunia gadget.

"Mau gaya bisa sewa iPhone bos, ga usah beli kalau sewa lebih terjangkau. Monggo wa langsung," tulis postingan foto dari akun Twitter @txt***********, dikutip Senin (1/11/2021).

Harga yang ditawarkan berbagai macam, misal yang termurah itu untuk iPhone 6 harga sewanya Rp 40.000 per 24 jam atau per hari, iPhone 7 Rp 90.000/hari. Lalu ada iPhone X Rp 140.000/hari dan yang termahal iPhone 11 dan Pro Rp 300.000-Rp 400.000/hari.

Postingan itu pun mengundang like hingga komentar cukup banyak dari warganet. Banyak yang setuju dan banyak pula yang tidak berminat untuk penyewaan iPhone.

Salah satu akun berpendapat, jasa sewa iPhone ini bisa dilihat dari sisi positifnya bukan hanya untuk gaya saja. Misal, orang yang menyewa iPhone ini digunakan untuk kebutuhan uji coba karena ingin membeli iPhone tetapi belum terbiasa.

"Mungkin yang masih ragu pakai iOS bisa uji coba seharian, buat kebutuhan event kalau upload story, atau bisa juga buat konten review gadget," kata akun @maha*******.

Ada juga yang memuji bisnis jasa sewa iPhone ini. Mengingat peminatnya juga akan banyak.

"Mungkin bisa nih disewa buat yang mau traveling biar dapat hasil foto yang bagus. Jadi nggak usah bawa kamera mahal. Atau buat ketemu gebetan sehari biar keliatan cucok," tulis akun @Hay*****.

Melihat fenomena itu, sebenarnya penting nggak sih sewa barang seperti itu?

Perencana keuangan dari Tatadana Consulting, Tejasari mengungkap untuk sewa barang masuknya barang konsumtif, jadi tidak direkomendasikan untuk kebutuhan utama dalam perencanaan keuangan.

"Secara basic financial planning itu masuk ke barang konsumtif dan sayang banget sih. Kalau kita tidak pakai itu kan tidak mati, matinya ya mati gaya," katanya.

Jadi, direkomendasikan untuk menabung saja atau bisa cicil barang yang diperlukan. Dengan begitu barang tersebut jadi milik sendiri.

"Kalau ditabung lebih baik, kalau nggak, dicicil kan bisa setahun. Sekarang banyak yang nol persen. Kalau sewa kan uangnya hilang begitu saja. Kalau cicil kan nantinya jadi punya sendiri. Seperti rumah jadi kebutuhan seumur hidup kalau handphone mungkin jangka panjang," jelasnya.

Menurutnya, jasa sewa itu banyak diminati karena banyak orang yang ingin terlihat naik kelas, sama halnya seperti sewa tas hingga mobil mewah.

"Sama halnya seperti yang sewa mobil, mereka sewa agar datang ke suatu acara terlihat mobilnya bagus. Termasuk sewa baju dan tas mewah. Jadi lebih kepada penampilan dan gengsi. Dengan sewa itu mereka merasa levelnya naik," tuturnya.

Perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho juga merekomendasikan untuk menabung jika membutuhkan suatu barang, misalnya iPhone.

Harga iPhone 12 kan harganya Rp 12 jutaan, harga sewa Rp 400 per hari. Kalau sebulan penuh itu ditabung kita bisa beli iPhone sendiri. Jadi kalau sekedar buat gaya-gayaan sayang uangnya lebih baik ditabung kalau sudah banyak bisa beli iPhone," jelasnya.

Menurutnya lebih baik uangnya untuk ditabung. Kemudian, bisa memiliki sepenuhnya iPhone yang sudah dibeli sendiri.

"Kalau hanya iPhone hanya untuk sekedar gaya-gaya atau untuk pamer di komunitas ke teman-teman menurut saya jangan ya," tutupnya.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT