ADVERTISEMENT

Karyawan Stres karena Pandemi, Perusahaan Harusnya Gimana?

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Rabu, 03 Nov 2021 11:19 WIB
Ilustrasi karyawan stres karena pekerjaan.
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Masa pandemi tentunya meninggalkan bekas yang cukup dalam bagi sebagian karyawan. Kondisi yang tidak menentu selama pandemi bisa memicu stres, bahkan burnout.

Mengutip CNBC, Rabu (3/11/2021), riset dari Amerika Serikat (AS) menunjukkan hampir setengah dari karyawan full time mengalami masalah kesehatan mental. Sebanyak lebih dari separuh pekerja atau sekitar 55%, mengatakan masalah mental ini dominan mempengaruhi sejak pandemi COVID-19 dimulai.

Untuk itu tugas dari sebuah perusahaan adalah memastikan motivasi para karyawan berada di level tertinggi. Apalagi mengingat stres yang berkepanjangan bisa mengganggu kondisi karyawan secara signifikan dan berpotensi merugikan perusahaan.

Mengutip The Balance Career, ini yang bisa perusahaan untuk mendorong motivasi dan semangat kerja karyawan:

Pelajari Apa yang Diinginkan Karyawan

Jangan ragu untuk bertanya apa yang diinginkan dan dibutuhkan oleh karyawan, terutama yang berkaitan dengan pekerjaan. Sebab setiap karyawan tentu memiliki harapan yang berbeda-beda terhadap perusahaan. Harapan ini yang seringkali jadi sumber motivasi untuk bekerja setiap hari. Apakah itu gaji, tunjangan, cuti, bonus tambahan, atau justru fleksibilitas jadwal bekerja yang mendorong work-life balance karyawan.

Buat Goals yang Realistis

Tujuan atau goals sejatinya baik untuk meningkatkan semangat bekerja. Namun, goals yang tidak masuk akal bisa membuat karyawan mengalami stres dan demotivasi. Oleh karena itu, sebaiknya atasan menentukan goals bersama dengan lebih bijak. Tujuan tersebut hendaknya realistis sehingga tidak memberikan tekanan berlebih pada karyawan.

Bangun Self-Esteem Positif

Self-esteem tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, melainkan bisa ikut mempengaruhi performa kerja. Ketika self-esteem rendah, maka karyawan menjadi tidak bersemangat. Bahkan cenderung menunda pekerjaan.

Berbeda dengan karyawan yang memiliki tingkat self-esteem tinggi. Mereka akan terus berupaya meningkatkan produktivitas kerja dan tidak ragu untuk berkontribusi dalam tim.

Beri Kewenangan dan Kepercayaan

Peran pemimpin tidak harus mengawasi karyawan setiap saat. Ada kalanya karyawan perlu diberikan kepercayaan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Karena sejatinya mereka ingin dipercaya untuk mengambil keputusan secara mandiri tanpa campur tangan dan supervisi yang terlampau ketat.

Itulah tadi kiat memberikan motivasi kepada karyawan agar karyawan bisa bekerja lebih optimal, terutama selama menjalani sistem work from home. Dengan semakin meningkatnya motivasi tentu akan membuat produktivitas karyawan serta performa perusahaan ikut meningkat.

Selain itu, memotivasi karyawan juga membuat karyawan menjadi betah berada di lingkungan kerja. Di samping itu, untuk menggantikan beberapa karyawan yang mengundurkan diri, perusahaan bisa berpartner dengan Jobstreet. Hal tersebut akan mempermudah perusahaan dalam mencari calon pegawai yang sesuai dengan kriteria sekaligus menyaring calon kandidat yang keselarasan dengan visi dan tujuan perusahaan. Karyawan semacam ini tidak hanya loyal, tetapi juga selalu bersemangat.

[Gambas:Youtube]


Simak juga Video: Bisakah Agama Bantu Atasi Stres?

[Gambas:Video 20detik]



(prf/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT