ADVERTISEMENT

Masa Depan Kripto Lokal di Indonesia

dtv - detikFinance
Kamis, 04 Nov 2021 07:47 WIB
Jakarta -

Pertumbuhan investor aset kripto diikuti munculnya koin lokal buatan anak bangsa Indonesia. Hal ini menunjukkan kuatnya ekosistem kripto di tanah air.

"Kalau kita lihat rencana dari Kemendag dan Bappebti adanya bursa, itu semakin menunjukkan industri kripto semakin berkembang dan proses legitimasi semakin lebih baik lagi," ujar Ketua Umum Asosiasi Perdagangan Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan dalam acara d'Mentor detikcom, Rabu (3/11/2011).

Teguh mengatakan jika dilihat dari munculnya aset kripto lokal, seharusnya bertujuan membentuk ekosistem untuk menyelesaikan masalah. Oleh karenanya lahirnya kripto lokal bak ibarat dua bilah sisi mata pisau.

"Lahirnya token yang banyak itu bisa jadi sinyalemen yang baik belum tentu, tetapi pada titik di mana tujuan orang untuk bisa menyelesaikan masalah dengan real. Jadi maksudnya gini kita tahu menyelesaikan masalah itu, bisa dengan banyak cara. Tetapi kalau kita bisa melihat praktiknya seperti apa itukan butuh pembuktian, butuh ada bukti. Kemudian token itu dianggap layak bisa diakui dan token itu bisa jadi manfaat komunitas tersebut," ujarnya.

Sementara CEO IDM CO-Op, M.C Basyar melihat pemerintah sudah memberikan apresiasi besar untuk developer koin-koin lokal Indonesia. Dirinya mengkritik developer koin lokal yang hanya mengincar keuntungan semata.

"Kalau pemerintah bagus-bagus saja, bahkan kita berencana mendaftarkan token kita ke Bappebti. Justru ada auto kritik di beberapa teman-teman terutama ada salah satu developer, dia tidak lebih menekan produknya jadi kapan, produknya seperti apa. Nah kalau di aku enggak, di komunitas ku enggak, tapi bagaimana project ini jalan," ujar Basyar.

Basyar katakan sebagai developer koin lokal pihaknya tidak hanya bangun ekosistem tetapi juga komunitas kripto. Oleh karena yang dijual tidak sekedar proyek.

"Makanya niat awalnya IDM ingin memodernisasi koperasi, lalu ak agak maju sedikit bolehlah ak masuk ke kripto dari pada cuma trading-trading saat pandemi, lalu bicara produk super apps ak udah jalan tetapi ini pelan-pelan harus dikembangkan dan teknologinya harus disempurnakan, jadi kalau ditanya bagaimana IDM buat token justru ak selama ini ke komunitas selalu bilang ini projectnya, bagaimana pun harga akan mengikuti," paparnya.

Sedangkan Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga menggambarkan data transaksi aset kripto sampai bulan September, secara akumulatif sudah Rp 600 triliun. Angka ini meningkat pesat dibanding satu tahun lalu.

"Oleh karena itu kita ingin membuat ekosistem yang sehat, cara dengan sesuai amanah undang-undang. Caranya dengan launching atau establish sebuah bursa yang secara kongkrit dan integrasi bisa mengatur perdagangan kripto," kata Jerry.

Jerry mengatakan dengan ada bursa kripto akan mendorong perdagangan lebih sistematis. Sehingga aktivitas di bursa kripto bisa tercatat dengan baik.

"Ini dalam rangka untuk memberikan perlindungan kepada konsumen, karena ujung-ujungnya adalah keamanan dan kenyamanan konsumen dalam memberikan kepastian khususnya legalitas, status dan juga terkait transaksi," tutup Jerry.

(edo/fuf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT