Pangeran Arab Siap Guyur Rp 463 T ke RI, Buat Apa Saja?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 04 Nov 2021 11:05 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) disambut Putra Mahkota Abu Dhabi dan Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata PEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan saat tiba di Istana Al-Shatie, Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Rabu (3/11/2021). ANTARA FOTO/Setpres-Laily R/foc.
Foto: ANTARA FOTO/LAILY_RACHEV

Selain itu, masih ada kerja sama floating solar antara Masdar dan Pertamina, kerja sama pengembangan Kilang Balikpapan, kerja sama manufaktur dan distribusi vaksin, hingga kerja sama engembangan bio product.

Retno juga menjelaskan perusahaan Group 42 alias G42 juga akan melakukan kerja sama dengan berbagai mitra di Indonesia. Mulai dari sektor kota pintar, telekomunikasi, pengembangan lab genomik, dan lain sebagainya.

Bukan cuma komitmen investasi, Jokowi dan MBZ juga sepakat untuk mempercepat perundingan negosiasi perjanjian dagang Comprehensive Economic Partnership Agreement dengan UEA. Targetnya Maret tahun depan perundingan selesai.

"Negosiasi CEPA diharapkan bisa diselesaikan, perundingan sudah dilakukan beberapa kali. Presiden berharap Maret 2022 perundingan bisa diselesaikan," ungkap Retno.

Selanjutnya, hari ini Presiden Joko Widodo bakal melanjutkan kunjungan ke Dubai dan bertemu Perdana Menteri Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Dia akan menyaksikan pertukaran kerja sama antara kedua negara, baik yang bentuknya business to business maupun berupa government to government.

Di samping itu, akan ada juga forum investasi dengan beberapa investor dari Amerika Serikat di sela-sela kegiatan Jokowi di Dubai. Menteri Investasi Bahlil Lahadalia akan memimpin forum tersebut.



Simak Video "Jokowi Bertemu Pangeran MBZ di UEA, RI Dapat Suntikan Rp 468 Triliun"
[Gambas:Video 20detik]

(hal/ang)