ADVERTISEMENT

Jadi Ketua Forum G20 Bidang Ketenagakerjaan, RI Mau Angkat 4 Isu Utama

Angga Laraspati - detikFinance
Kamis, 04 Nov 2021 17:15 WIB
Kementerian Ketenagakerjaan menerima Keketuaan forum G20 bidang ketenagakerjaan dari Presidensi Italia.
Foto: Dok. Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan menerima Keketuaan forum G20 bidang ketenagakerjaan dari Presidensi Italia. Serah terima ini secara resmi menandakan Indonesia sebagai Presidensi G20 tahun 2022 bidang ketenagakerjaan.

Serah terima tersebut dilakukan secara virtual pada acara G20 Employment Working Group (EWG) Hand Over Meeting, Rabu (3/11) kemarin. Seusai serah terima keketuaan, Sekretaris Jenderal Kemnaker yang juga sebagai Chair pada G20 EWG Indonesia 2022, Anwar Sanusi memberikan gambaran besar pelaksanaan G20 EWG 2022 Indonesia yang meliputi isu prioritas yang diangkat, termasuk dengan jadwal pelaksanaan pertemuan selama setahun ke depan.

Menurut Anwar, G20 bidang ketenagakerjaan akan mengangkat tema Improving The Employment Condition To Recover Together (Meningkatkan kondisi pekerjaan untuk pulih bersama). Hal tersebut guna mendukung tujuan G20 Presidensi Indonesia 2022, yaitu Recover Together, Recover Stronger (Pulih bersama, pulih lebih kuat).

"Tema ini mencerminkan semangat bersama untuk meningkatkan kondisi ketenagakerjaan di masa pandemi dan pascapandemi, termasuk dalam menghadapi tantangan transformasi teknologi dan pekerjaan masa depan (future of work)," ucap Anwar dalam keterangan tertulis, Kamis (4/11/2021).

Ia mengatakan, terdapat empat isu prioritas yang menjadi fokus bahasan terkait dengan tema tersebut, yaitu Sustainable Job Creation towards Changing World of Work (Penciptaan Lapangan Kerja Berkelanjutan menuju Perubahan Dunia Kerja) dan Inclusive Labour Market and Affirmative Jobs for Persons with Disabilities (Pasar Tenaga Kerja Inklusif dan Pekerjaan Afirmatif untuk Penyandang Disabilitas).

Dua isu lainnya yaitu Human Capacity Development for Sustainable Growth of Productivity (Pengembangan Kapasitas Manusia untuk Pertumbuhan Produktivitas yang Berkelanjutan) dan Adaptive Labour Protection in the Changing World of Work (Perlindungan Tenaga Kerja Adaptif di Dunia Kerja yang Berubah).

Menurutnya, seluruh isu prioritas tersebut akan dibahas dalam empat kali pertemuan kelompok kerja bidang ketenagakerjaan dalam keketuaan Indonesia, baik secara online maupun offline.

"Hasil dari pembahasan ini selanjutnya akan diadopsi pada Pertemuan Tingkat Menteri Tenaga Kerja dan Perburuhan G20 atau G20 Labour and Employment Ministers Meeting yang rencana akan diselenggarakan di Mandalika, Nusa Tenggara Barat di tahun mendatang," ucap Anwar.

Pada kesempatan tersebut, Anwar meminta dukungan, partisipasi, dan kontribusi semua anggota negara G20 untuk dapat mensukseskan Presidensi Indonesia, khususnya pada isu prioritas yang diangkat.

Selain itu, ia juga memperkenalkan anggota Troika baru, yaitu Pemerintah India, sebagai kandidat Presidensi G20 Tahun 2023.



Simak Video "Indonesia Jadi Presidensi G20, Jokowi Banjir Pujian dari Netizen"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT