Anti Resesi Club! Ekonomi RI Tumbuh Lagi 3,51% di Akhir September

ADVERTISEMENT

Anti Resesi Club! Ekonomi RI Tumbuh Lagi 3,51% di Akhir September

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 05 Nov 2021 09:20 WIB
Jakarta -

Indonesia sudah keluar dari resesi pada pertengahan 2021 lalu. Sekarang ekonominya tumbuh 3,51% di kuartal III-2021 semakin jauh meninggalkan resesi.

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, pertumbuhan ekonomi di akhir September 2021 itu juga tumbuh 1,55% jika dibandingkan kuartal II-2021. Meski demikian, capaian ini melambat dibandingkan kuartal sebelumnya yang tumbuh hingga 7,07% atau tertinggi sejak 2004.

"Bila kita bandingkan kuartal III-2020 atau year on year itu tumbuh 3,51%," katanya saat jumpa pers secara virtual, Jumat (5/11/2021).

Tahun lalu RI resmi masuk resesi dengan mencatat ekonomi yang minus 3,49% di kuartal III-2020.

Ia mengatakan, rata-rata pertumbuhan ekonomi negara lain juga melambat tahun ini. Ekonominya masih tumbuh di kuartal III, tapi lebih rendah dari kuartal II.

Misalnya China yang tumbuh 4,9%, Amerika Serikat (AS) tumbuh 4,9%, Singapura tumbuh 6,5%, dan Korea Selatan (Korsel) tumbuh 4%.

"Perkembangan harga komoditas dan membaiknya perkembanganmitra dagang ktia ini berpengaruh besar pada kinerja ekspor kita. Di kuartal III ekspor kita US$ 61,52 miliar, ini tumbuh signifikan kalau dibandingkan kuartal III-2020 sebesar US$ 40,7 miliar, atau naik 50,9%," katanya.

Sementara Vietnam justru minus 6,2% karena adanya pengetatan akibat pandemi COVID-19. Perkembangan harga komoditas juga menjadi penyumbang pertumbuhan ekonomi RI

Pengetatan yang dilakukan pemerintah Indonesia juga memberi pengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, pada saat serangan varian Delta COVID-19, mobilitas warga dikurangi habis-habisan dengan berlakunya PPKM.

"Pengurangan mobiilitas itu tentu akan berdampak pada beberapa sektor, terutama di sektor transportasi," ujarnya.

Semua moda transportasi, mulai dari darat hingga udara mengalami penurunan jumlah penumpang. Hal ini juga berujung kepada lesunya sektor pariwisata yang rata-rata mengalami kontraksi, kecuali Bali yang bisa tumbuh 2,64%.

(das/ang)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT