Asetnya Disita Satgas BLBI, Ini Sejarah PT Timor Tommy Soeharto

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 05 Nov 2021 14:16 WIB

Mobil yang dijual Timor tak lain dan tak bukan adalah produk rebadge mobil Korea Selatan, Kia Sephia. Dengan berbagai keistimewaan pajak yang didapat, mobil sedan Timor tipe S515 ini dijual dengan harga on the road Rp 37 juta. Jauh lebih murah dari pesaingnya, Toyota Starlet 1.3 yang dijual Rp 48,4 juta dan Toyota Corolla MT Rp 76,35 juta.

Di tahap awal, PT TPN mengimpor langsung mobil KIA Sephia dari Korea Selatan secara utuh (Completely Built-Up/CBU). Mobil buatan KIA Motors itu kemudian diganti logo dan mereknya jadi Timor.

Di tahun pertamanya, PT TPN berhasil menduduki peringkat 6 besar penjualan mobil di Indonesia periode 1997. Perusahaan Tommy Soeharto itu berhasil menjual sebanyak 19.417 unit, lebih besar dari Nissan yang hanya menjual 9.037 unit.

Untuk menjalankan bisnisnya, PT TPN mendapat pinjaman dari Bank Bumi Daya. Untuk meraih pinjaman, perusahaan Tommy Soeharto itu menjaminkan rekening giro dan deposito sebesar Rp 1,2 triliun.

Dari pinjaman itu, PT TPN disebut masih punya tunggakan sebesar Rp 2,3 triliun. Bank Bumi Daya sendiri telah ditutup pasca-krisis ekonomi 1998 dan digabungkan jadi Bank Mandiri.

Selain fasilitas pinjaman bank, TPN juga diberi banyak fasilitas perpajakan dan insentif dari pemerintah karena menyandang status pelaksana program mobil nasional. Soeharto mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 1996 yang membebaskan bea masuk impor mobil oleh PT TPN. Pada rentang Juni 1996-Juli 1997 ada sebanyak 39.715 unit KIA Sephia yang diimpor PT TPN.

Keistimewaan yang diberikan kepada PT TPN itu memicu protes dari kalangan industri otomotif lain terutama asal Jepang yang sudah lama beroperasi di Indonesia. Pemerintah Indonesia saat itu dinilai tidak adil dengan produsen mobil asing yang masuk Tanah Air.

Maklum saja, saat itu Soeharto mengeluarkan kebijakan soal impor mobil yang menuntut produsen mobil asing supaya menggunakan 60% komponen lokal jika ingin dibebaskan dari pajak impor. Di sisi lain PT TPN yang tidak memiliki mobil prototipe dan mengimpor mobil secara utuh, bisa dapat keistimewaan berupa pembebasan pajak impor.

Jepang pun sempat menggugat kebijakan tersebut ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Seiring itu, Indonesia diterpa krisis ekonomi pada 1997 dan keruntuhan rezim Soeharto membuat proyek Timor juga ditutup.


(aid/eds)