Dari Urus Migas, Pelita Air Digadang-gadang Jadi Pengganti Garuda

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 07 Nov 2021 16:12 WIB
Pelita Air Service
Foto: Dok. Pelita Air Service
Jakarta -

Pelita Air Service tengah menjadi sorotan. Maskapai ini disebut-sebut sebagai pengganti PT Garuda Indonesia (Persero) yang kondisinya memprihantikan.

Pelita Air cukup lama mengudara di Indonesia. Ia lahir di bawah PT Pertamina (Persero) pada tahun 1963.

Dikutip dari laman resmi Pelita Air, Minggu (7/11/2021), maskapai ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan transportasi bagi Pertamina. Kala itu, Pertamina tengah meningkatkan eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi (migas). Pelita Air dibentuk untuk urusan transportasi minyak dan gas, hingga personel.

Bentuk awalnya cuma sebagai departemen layanan udara. Tujuh tahun kemudian atau 1970, Pertamina mendirikan PT Pelita Air Service sebagai anak perusahaan otonom yang menyediakan operasi penerbangan berkelanjutan.

Maskapai ini kemudian diberi misi melakukan operasi penerbangan untuk melayani dan mengkoordinasikan operasi penerbangan secara ekonomis dalam industri migas di Indonesia melalui penerbangan charter dan kegiatan terkait. Termasuk kegiatan transmigrasi, pemadam kebakaran, pengungsi, palang merah, tumpahan minyak, foto udara, transportasi kargo.

Selanjutnya, layanan Pelita Air diperluas ke penerbangan untuk VVIP, lepas pantai, evakuasi medis, operasi seismik, survei geologi, helirig, pilot helikopter untuk disewa, dukungan dan pelatihan.

Bersambung ke halaman selanjutnya.