Nadiem Makarim Beberkan Rahasia Jadi Murid Berprestasi

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 09 Nov 2021 10:56 WIB
Mendikbudristek Nadiem Makarim rapat bareng Komisi X DPR. Dalam pemaparannya, Nadiem menjelaskan soal seleksi PPPK guru atau pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta -

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim membeberkan cara jadi murid berprestasi di sekolah. Hal itu disampaikan saat dirinya menjadi pembicara di program Kemenkeu Mengajar secara virtual ke-6 yang diikuti 342 sekolah.

Nadiem mengatakan untuk jadi murid berprestasi harus mau terus mencoba. Pasalnya keberhasilan jarang diperoleh hanya dari satu kali coba saja.

"Saya akan kasih tahu caranya untuk jadi murid yang berprestasi. Caranya adalah terus mencoba dan terus mencoba. Mengapa kita harus terus mencoba? Karena tidak ada atau jarang sekali ada keberhasilan diperoleh dari satu kali saja mencoba," kata Nadiem secara virtual, Selasa (9/11/2021).

Jika mau berprestasi, Nadiem menyebut harus mencoba belajar berkali-kali. Jangan pantang menyerah sebelum mendapatkan hasil yang diinginkan.

"Kita harus berkali-kali mencoba, kadang-kadang melakukan kesalahan, lalu mencoba lagi. Anggap itu sebagai suatu proses menjadi pembelajar sepanjang hayat yang bermanfaat," tuturnya.

"Saya dan tim di Kemendikbudristek tidak pernah berhenti mencoba hal-hal baru untuk memastikan adek-adek pelajar di Indonesia bisa belajar dengan bahagia melalui gerakan merdeka belajar," tambahnya.

Dalam kesempatan itu, tak lupa Nadiem memberi semangat kepada pelajar untuk menggapai cita-cita yang diinginkan agar bisa menjadi kebanggaan Indonesia hingga dunia.

"Adik-adik jangan pantang menyerah untuk mencoba dan mencoba terus. Saya tunggu prestasi kalian. Mari kita terus bersemangat untuk mewujudkan merdeka belajar," tandasnya.

Dalam program Kemenkeu Mengajar, terdapat 342 sekolah yang terlibat terdiri dari 124 Sekolah Dasar (SD), 103 Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan 106 Sekolah Menengah Atas (SMA) di mana 2 di antaranya termasuk sekolah luar biasa (SLB). Program ini juga melibatkan 10 sekolah Indonesia di luar negeri.

Simak juga Video: Sumpah Pemuda, Nadiem: Mengejar Ketertinggalan Saja Tak Cukup

[Gambas:Video 20detik]



(aid/eds)