PLN Klaim Daya Max Plus Kurangi Beban Puncak
Sabtu, 22 Apr 2006 20:09 WIB
Bandung - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengklaim program daya max plus bagi kalangan industri besar telah membuahkan hasil. Program yang dimulai sejak Oktober 2005 ini telah membantu PLN dalam mengurango beban puncak listrik dan menghemat pengunaan BBM PLN.Kebijakan ini membantu PT PLN hingga meningkatkan pasokan listrik Jawa-Bali dari 74 persen hingga mencapai 80 persen. Soalnya, program ini dapat menurunkan kebutuhan listrik untuk industri besar dari 14.500 MW hingga 14.000 MW. "PLN jadinya punya kapasitas cadangan. Industri besar jadi keluar dari jam beban puncak. Ini membantu kita," ungkap Juru Bicara PLN, Murtaqi Syamsuddin di Gedung Alumni Unpad, Jalan Singaperbangsa, Bandung, Sabtu (22/04/2006).Dari perhitungan semenjak Oktober 2005 hingga saat ini tiap bulannya PT PLN mampu melakukan penghematan hingga 165 ribu liter tiap bulannya. Atau setara dengan Rp 900 miliar hingga Rp 1 triliun. Kebijakan program ini, menurutnya sangat berpengaruh dalam laju tingkat kebutuhan listrik bagi pengguna industri besar, khususnya industri besar di Jawa Barat. Pasalnya, konsumsi listrik industri besar di Jawa Barat tergolong tinggi dengan mencapai tingkat konsumsi hingga 65 persen dari kebutuhan industri besar Jawa-Bali. "Jika memakai listrik pada saat beban puncak dan melebihi batas akan bayar mahal. Tapi kalau bisa menyesuaikan industri ini dapat insentif," ungkapnya.Jam beban puncak listrik PT PLN ini berlangsung tiap harinya antara pukul jam 17.00 WIB hingga pukul 22.00 WIB malam. Hingga saat ini, menurutnya dari catatan yang ada jumlah pelanggan besar kalangan industri ini sekitar 2600 buah.
(mar/)











































