Gubernur Sumbar Ungkap Strategi Pulihkan Ekonomi di Tengah Pandemi

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 10 Nov 2021 16:12 WIB
SDGs
Foto: SDG's (istimewa)
Jakarta -

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi mengajak semua pihak untuk ikut berperan dalam pembangunan berkelanjutan sesuai dengan tujuan SDGs.

Hal ini diutarakan pada Forum SDGs Sumatera Barat 2021 yang diadakan di Hotel Truntum, Padang tepat pada peringatan hari pahlawan 10 November 2021.

SDGs telah menjadi komitmen global dan cetak biru pembangunan untuk menciptakan masa depan berkelanjutan bagi semua. Termasuk di dalam SDGs adalah upaya mengentaskan kemiskinan, peningkatan akses pendidikan berkualitas, pelestarian lingkungan, upaya mencegah dampak perubahan iklim, dan mendorong perdamaian dan kerjasama untuk pembangunan berkelanjutan.

Sumatera Barat menjadi salah satu provinsi yang aktif berperan dalam pencapaian SDGs di Indonesia, salah satunya melalui Peraturan Gubernur No. 49 tahun 2018 yang mengatur penyusunan rencana aksi daerah yang menjadi arah kebijakan pembangunan berkelanjutan.

Terlihat Sumatera Barat berhasil menurunkan angka pengangguran terbuka sebanyak 0,28 persen dari 5,66 persen pada 2018 menjadi 5,38 persen pada 2019.

Namun demikian pandemi COVID-19 menghambat dan membalikkan pencapaian SDGs di seluruh dunia termasuk di Sumatera Barat. Angka pengangguran terbuka kembali meroket menjadi 6,88 persen pada 2020 menurut data BPS Sumatra Barat.

"Kita perlu lebih banyak pahlawan pembangunan berkelanjutan untuk bekerja bersama-sama untuk membangun dan memulihkan kembali Sumatera Barat paska pademi. Kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Pemerintah, swasta, akademisi, dan masyarakat ayo semua bergerak," ujar Buya Mahyeldi.

Pada forum tersebut, Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi, SP memberikan penghargaan kepada 15 organisasi masyarakat yang telah berkontribusi dan menjadi pahlawan pembangunan berkelanjutan di Sumatera Barat.

Termasuk di antara kelima belas penerima penghargaan adalah WALHI Sumatera Barat, Nurani Perempuan Woman's Crisis Center, Indonesian Youth and Leader Empowerment (IYALE Institut), Tanah Ombak, Seruan Pemuda, Balai Baca Rumah Bako, Komunitas BONSAI, Laskar Generasi Peduli Sosial Minangkabau, PALITO, CGST, Peace Generation Club Padang, Koalisis Perempuan Indonesia Wilayah Sumatera Barat, PKBI Sumatera Barat, dan Yayasan Totalitas.

Selanjutnya pada kesempatan yang sama, berbagai unsur aktor pembangunan di Sumatera Barat melakukan penandatanganan komitmen untuk menjadi pahlawan pembangunan berkelanjutan dan mengedepankan kolaborasi dan kerjasama multi pihak untuk menjadikan Sumatera Barat yang lebih madani.
Penandatanganan komitmen ini melibatkan perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, akademisi, perusahaan, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi keagamaan.

"Saat ini kita memasuki masa decade of action untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/SDGs. Karenanya kita butuh lebih banyak inisiatif seperti forum ini untuk menggerakan kolaborasi antar pemerintah dan non pemerintah untuk bersama-sama mempercepat pencapaian SDGs di setiap daerah di Indonesia," kata Kepala Sekretariat Nasional SDGs Vivi Yuliswaty yang hadir mewakili Menteri PPN/Bappenas.

(dna/dna)