Terkuak! Ini Alasan Proyek 'Tempat Liburan' Pangeran Abu Dhabi Batal Diteken

Siti Fatimah - detikFinance
Kamis, 11 Nov 2021 13:34 WIB
Capture the Enchantment of Many Islands in Aceh Singkil, Aceh on 27-01-2016. Pulau Banyak, Pulau cluster, is a small island group in Aceh Singkil Regency. The total area of ​​the archipelago is 27,196 ha, which consists of a group of islands directly adjacent to the Indian Ocean. Clusters of beautiful small islands are devoid of the activities of the population, so that the island is much like a paradise for a reliable marine tourism.
Foto: Getty Images/ishak mutiara
Jakarta -

Penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) Murban Energy, Uni Emirat Arab (UEA) dengan Pemerintah Aceh terkait investasi di Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil batal dilakukan. Perjanjian itu seharusnya diteken 2 November lalu di Dubai.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan alasan mengapa proyek tempat liburan tersebut batal.

"Menyangkut urban di Aceh, kawasan pariwisata kenapa nggak jadi diteken, ini memang ada sedikit kemarin. Kalau kami meneken sesuatu itu kami meyakini bahwa orang ini bisa jalan atau nggak," ungkap Bahlil dalam konferensi pers virtual, Kamis (11/11/2021).

"Nah kami melihat kemarin masih ada 1-2 poin yang masih terjadi diskusi untuk urusan implementasi investasi di Aceh," sambungnya.

Dia mengatakan, terjadi perbedaan persepsi antara pemerintah UEA dengan Indonesia. Sehingga, keduanya memutuskan untuk menunda kegiatan kerja sama tersebut.

"Maka untuk sementara ter-pending tapi bukan berarti nggak jalan, ini di-pending aja sedikit karena masih ada beberapa persepsi yang harus sama-sama kita luruskan," ujarnya.

Bahlil mengatakan, UEA merupakan negara yang terbuka dan potensi investasinya sangat strategis. Apalagi, mereka dikenal sebagai negara yang memiliki jaringan serta pertumbuhan ekonomi yang baik.

"Kita nggak boleh menutup diri, dan posisi Uni Emirates Arab itu sangat strategis, secara kultur dalam konteks agama kita punya hubungan emosional. Jadi menurut saya kita harus pandai-pandai memainkan peran ini dalam rangka mendapatkan suatu keuntungan yang sudah barang tentu win-win antar kedua belah pihak," kata dia.