ADVERTISEMENT

Andai Garuda Bangkrut, Siapa yang Paling Rugi?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 11 Nov 2021 18:20 WIB
A330-200 GARUDA INDONESIA
Foto: Airbus
Jakarta -

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu mengungkap kerugian jika PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bangkrut. Dia mengatakan, jika Garuda Indonesia bangkrut, maka utang-utang Garuda ke BUMN tidak bisa ditagih.

Menurutnya, yang pertama rugi adalah BUMN yang memiliki piutang ke Garuda.

"Maka yang pertama rugi adalah BUMN yang mungkin puluhan triliun," katanya kepada detikcom, Kamis (11/11/2021).

Berbeda dengan perusahaan yang menyewakan pesawat ke Garuda. Jika Garuda bangkrut, mereka bisa mengambil pesawat-pesawat tersebut.

"Jadi mungkin jauh lebih besar kehilangan pemerintah lewat piutang BUMN daripada kehilangan swasta yang dibangkrutkan," katanya.

Dia bilang, Garuda masih memiliki potensi bangkit. Hal ini menimbang potensi pasar Garuda.

Soal cara memperbaiki kinerja Garuda, Said Didu menilai kesimpulan rapat kerja antara Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo dan Komisi VI DPR cukup bagus. Dalam kesimpulan itu, Komisi VI mendukung pemerintah menyelamatkan Garuda dengan prioritas tanpa APBN. Artinya, masih ada ruang suntikan uang negara.

"Kenapa saya juga agak heran, kenapa sih tidak mau membantu lewat APBN? Kereta Api Cepat saja yang kita bisa pastikan itu bangkrut, dikasih APBN," katanya.

(acd/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT