Cerita Owner Depo Bangunan, Bertahan Saat Kerusuhan 1998-Pandemi

Jihaan Khoirunnissa - detikFinance
Jumat, 12 Nov 2021 21:47 WIB
Depo Bangunan
Foto: Depo Bangunan

Lebih lanjut, Kambiyanto menjelaskan Depo Bangunan melirik daerah Sidoarjo pada tahun 2003 hingga akhirnya dibuka gerai ketiga yang beroperasi pada tahun 2004 di bawah komando Johnny. Diungkapkannya, tahun 2007 Depo Bangunan menambah 2 gerai sekaligus yang berlokasi di 2 kota besar, yakni Bandung dan Malang. Lalu cabang Depo Bangunan diperluas hingga ke Denpasar (2011), Bogor (2013), Bekasi (2018),serta Bandar Lampung (2019). Terbaru, gerai Depo Bangunan hadir di Jember setelah sebelumnya sempat tertunda akibat pandemic COVID-19.

"2021 ini Depo Bangunan segera membuka gerai ke 10 di Jember yang sempat tertunda karena pandemic. Dan akan disusul di awal tahun 2022 gerai ke-11 di Pondok Gede, Bekasi. Kami sudah memiliki lahan untuk gerai ke-12 di Rungkut Surabaya yang segera dibangun di 2022," tuturnya.

Selain penambahan gerai, lanjut Kambiyanto, Depo Bangunan juga mendorong pengembangan sumber daya manusia lewat pendekatan train the trainer. Pihaknya banyak melakukan promosi jabatan internal, di saat yang bersamaan tetap merekrut taalenta baru yang mendukung kultur dan semangat perusahaan. Depo Bangunan juga menawarkan jenjang karier, dengan harapan meningkatkan loyalitas karyawan.

Selama pandemi, Kambiyanto menilai pihaknya terus melakukan penyesuaian, terutama dalam melayani konsumen. Beberapa di antaranya dengan menyediakan layanan daring via WhatsApp sehingga pembelian lebih mudah, cepat, dan fleksibel.

"Setelah masa tahun 2020 yang berat di tahun 2021 manajemen dapat menyelesaikan segala persiapan untuk go public menjadi perusahaan terbuka. Hingga beberapa langkah lagi, Depo Bangunan akan memasuki status listing sebagai perusahaan yang menjadi milik publik. Ever onward never retreat itulah yang selalu dikatakan kepada tim dalam mempersiapkan IPO," pungkasnya.


(ega/hns)