Fakta-fakta Hubungan RI Makin Mesra dengan China

ADVERTISEMENT

Fakta-fakta Hubungan RI Makin Mesra dengan China

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 18 Nov 2021 05:44 WIB
Bendera China
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Hubungan dagang antara Indonesia dan China makin mesra. Hal ini tercermin dari transaksi dagang yang terus meningkat dan adanya kesepakatan koridor ekonomi yang dibangun kedua negara.

Selain itu hubungan China dan Indonesia disebut sedang bagus-bagusnya. Karena itu hal tersebut harus dimaksimalkan.

Berikut fakta-faktanya:

Volume Perdagangan RI dan China Besar

Duta Besar Republik Indonesia untuk China Merangkap Mongolia Djauhari Oratmangun membeberkan data perdagangan Indonesia dan China. Pada 2020 volume perdagangan Indonesia dan China tercatat US$ 78,7 miliar dan investasi ke China tahun lalu realisasinya mencapai US$ 4,8 miliar.

Jika ditotal dengan realisasi dari Hong Kong maka mencapai US$ 8,3 miliar. "China adalah partner dagang terbesar Indonesia. Periode Januari-September 2021, nilai perdagangan kedua negara mencapai US$ 85,4 miliar. Memang ada perbedaan US$ 9 miliar dengan angka BPS," ujarnya.

Ditopang 4 Koridor Ekonomi

Djauhari mengungkapkan Indonesia dan China saat ini juga punya kesepakatan pengembangan 4 koridor ekonomi. Mulai dari Sumatera Utara, Kalimantan Utara, Bali dan Sulawesi Utara.

"Hubungan Indonesia dan China sedang bagus-bagusnya," kata dia dalam diskusi virtual, Rabu (17/11/2021).

Manfaat 'Bye-bye Dolar AS'

Djauhari mengatakan dominasi dolar AS dalam transaksi perdagangan internasional membuat rupiah bisa terdepresiasi, terutama ketika adanya periode capital outflow atau saat jatuh tempo pembayaran utang luar negeri (ULN) yang dilakukan dengan dolar AS. Ini akan berdampak ke stabilitas, tak heran jika mata uang rupiah terhadap dolar AS lebih fluktuatif.

Dia menargetkan nilai transaksi akhir tahun ini bisa mencapai US$ 100 miliar. Karena itu dibutuhkan local currency settlement (LCS) untuk mendorong transaksi tersebut.

"Terima kasih untuk pejuang ekspor, dalam situasi pandemi ini kita bisa meningkatkan ekspor ke China, bahkan naiknya 50% dibanding periode yang sama tahun lalu," jelas dia.



Simak Video "RI-China Sepakat Dagang Gunakan Rupiah & Yuan"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT