Sri Mulyani Tantang Anak Muda Utak-atik APBN

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 18 Nov 2021 13:43 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mendorong anak-anak muda untuk ikut melanjutkan mengelola keuangan negara atau yang disebut Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menurutnya, anak-anak muda memang menjadi generasi ke depan yang akan melanjutkan keberlanjutan negara. Untuk itu Sri Mulyani mengajak anak-anak muda mau berkontribusi dan berkomunikasi agar estafet keuangan negara tak putus.

"Kami sebagai generasi yang lebih tua, kita tugasnya itu, kita berkomunikasi sehingga estafet itu jalan. Jadi kalian belajar tidak always from zero. Misal, tadi yang juara champion bisa menularkan pengetahuannya sehingga kalau kalian tahu whats is APBN, kalian mulai memikirkan 'sepertinya postur APBN harus diubah deh Bu sesuai tantangan kita ke depan'," jelas Sri Mulyani dalam acara Ministry of Finance Festival 2021, Kamis (18/11/2021).

Sri Mulyani juga menerangkan apa saja tantangan yang harus dihadapi anak muda dalam APBN ke depannya. Tantangan itu mulai dari pengetahuan mengenai dana dan kebijakan untuk berbagai perubahan di masa depan.

"Saya dengar tadi ada yang membahas climate change, mengubah yang kecil seperti waste manajemen itu membutuhkan banyak sekali dari dana dan policy. Sampai kalau semua transportasi kita menjadi transportasi listrik, energi kita menjadi energi hijau, kita harus mengubah dan mendesain," tuturnya.

Sri Mulyani berharap, ke depan estafet pengetahuan mengenai keuangan negara tidak putus. Oleh karena itulah dia mendorong komunikasi antar generasi ke generasi.

"Estafet ini bukan berarti switch off di sini, switch on di sini tetapi berkesinambungan. Ini membuat kita semua perlu komunikasi bersama. Jadi saya berterima kasih yang telah bergabung di Komunita (Komunitas Uang Kita)," imbuhnya.

"Kalian masing-masing memiliki background yang berbeda-beda, tidak berarti kalian kemudian bilang 'oh saya tidak bisa berkontribusi justru karena perbedaan yang bermacam beragam ini menyebabkan kita saling melengkapi," tutupnya.

(das/das)