Paskah: Asumsi Harga Minyak Idealnya US$ 60 per Barel

Paskah: Asumsi Harga Minyak Idealnya US$ 60 per Barel

- detikFinance
Selasa, 25 Apr 2006 13:00 WIB
Jakarta - Dengan lonjakan harga minyak dunia hingga US$ 75 per barel, maka asumsi harga minyak yang ideal dalam APBN 2006 adalah US$ 60 per barel."Saya rasa itu paling ideal, itu paling di tengah-tengah. Walau nanti harus ada perubahan asumsi di APBN dan beberapa pos harus diubah," tegas Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta di kantornya, Jalan Taman Suropati, Jakarta, Selasa (25/4/2006).Asumsi harga minyak yang dipatok dalam APBN 2006 adalah US$ 57 per barel, sementara subsidi BBM sebesar Rp 54,276 triliun.Pemerintah akan mengevaluasi semua asumsi makro APBN 2006 dan membahasnya dengan DPR yang dijadwalkan digelar pada Juli atau Agustus. "Sekarang kita pasang US$ 57 (per barel). Kalau sudah US$ 70 (per barel) begini, harus masuk US$ 60 per barelnya," ujarnya.Indonesia pun semestinya menikmati windfall profit dari kenaikan harga minyak. Namun menurut Paskah, windfall profit itu tidak dialokasikan ke subsidi, namun untuk kepentingan masyarakat, yakni pembangunan infrastruktur dan sebagainya.Paskah meyakini, penguatan nilai tukar rupiah bisa meringankan APBN pada saat harga minyak meningkat.Politisi dari Partai Golkar ini juga memandang, nilai tukar yang ideal saat ini adalah Rp 9.250 per dolar AS. Padahal kini rupiah sudah bertengger di Rp 8.800 per dolar AS, dan asumsi dalam APBN 2006 adalah Rp 9.900 per dolar AS.Paskah mengaku tidak masalah jika rupiah menguat, karena yang penting adalah stabilitas nilai tukar."Yang penting stabil di angka manapun. Sekarang kan masih fluktuatif. Mudah-mudahan kalau nanti ada penghematan di publik, penyerapan anggaran yang lebih besar, itu akan membuat rupiah stabil," tandasnya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads