RI Impor Pupuk Urea dari Ukraina

RI Impor Pupuk Urea dari Ukraina

- detikFinance
Selasa, 25 Apr 2006 13:54 WIB
Jakarta - Ukrania kemungkinan akan menjadi negara pengimpor pupuk urea ke Indonesia. Negara ini dilirik karena memberikan penawaran harga paling murah.Salah satu bekas negara Uni Soviet ini menjual harga gas cukup murah yakni US$ 1 per mmbtu, yang membuat harga jual pupuknya lebih rendah dari yang ditawarkan negara lain.Demikian diungkapkan oleh Dirjen Industri Agro dan Kimia Departemen Perindustrian (Depperin) Benny Wahyudi, di sela acara pameran unjuk potensi Industri Kecil Menengah (IKM) komponen otomotif dan permesinan di Gedung Depperin, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (25/4/206).Nantinya yang akan melakukan impor pupuk urea adalah importir umum. Namun menurut Benny, tidak tertutup kemungkinan para produsen pupuk ikut ambil bagian dalam impor ini.Pemerintah sendiri tidak menetapkan jumlahnya, karena impor pupuk tidak ada tata niaganya. "Impor pupuk tergantung kebutuhan saja," tutur Benny.Selain impor pupuk urea, ungkap Benny, saat ini sejumlah BUMN juga telah meminta agar impor pupuk non-urea dibuka.Kebutuhan pupuk urea dalam negeri mencapai 6-6,4 juta ton, sedangkan produksinya hanya 5,46 juta ton.Sementara Menteri Perindustrian Fahmi Idris menegaskan, impor pupuk urea bukanlah kebijakan utama. Tapi keputusan ini tidak bisa dihindari untuk memenuhi kebutuhan lokal."Sudah dilakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah perpupukan. Salah satu upaya, meski bukan kebijakan utama, adalah impor, yang akan dilakukan dari salah satu bekas negara Rusia yang menawarkan harga sangat fantastis di bawah harga rata-rata pupuk dunia," jelas Fahmi.Fahmi menjamin keputusan impor pupuk urea tidak akan merugikan produsen pupuk dalam negeri. Karena produsen pupuk justru meminta agar keran impor dibuka. Saat ini harga pupuk internasional sebesar US$ 240-250 per ton. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads