Cuma Naik Rp 13 Ribu, UMP Jateng 2022 Menjadi Rp 1.812.935

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Minggu, 21 Nov 2021 11:04 WIB
Ganjar Pranowo di Kudus, 3/11/2021
Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Jakarta -

Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Tengah 2022 sudah ditetapkan. Kenaikan UMP yang diumumkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo itu sebesar Rp 0,78 dari tahun lalu.

Pengumuman itu tertuang dalam Keputusan Gubernur Jawa Tengah No.561/37 tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022. Dengan terbitnya SK tertanggal tertanggal 20 November 2021 ini maka UMP tahun 2022 resmi naik 0,78% atau naik Rp 13.956 menjadi Rp 1.812.935. Pada 2021, UMP Jateng ditetapkan Rp1.798.979,12

"UMP sebagaimana dimaksud dalam diktum kesatu berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun," kata Ganjar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/11/2021).

Ganjar menjelaskan dalam diktum keempat tentang struktur dan skala upah bahwa perusahaan memberikan upah di atas UMP kepada pekerja dengan masa kerja satu tahun atau lebih. Besarannya juga tidak sembarangan. Namun harus memperhatikan minimal inflasi 1,28 persen dan laju pertumbuhan ekonomi 0,97 persen.

"Keputusan gubernur ini mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2022," tulis Ganjar dalam diktum keenam.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jateng Sakina Rosellasari menambahkan penetapan UMP itu didasari perhitungan formula dari PP 36/2021 Pasal 26 dan angka dari BPS sesuai surat Menteri Ketenagakerjaan kepada para Gubernur.

"Perusahaan-Perusahaan untuk memperhatikan pekerja baik masa kerja kurang 1 tahun dan lebih 1 tahun sehingga ada perbedaan antara pekerja baru dengan pekerja lama, ada rasa keadilan," kata Sakina.

Dalam siaran pers yang diterima detikcom, perusahaan yang tidak melaksanakan upah minimum dan tidak menyusun struktur dan skala upah akan mendapat sanksi sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Jika ada temuan pelanggaran pelaksanaan agar dilaporkan di Kanal Aduan Pemprov Jawa Tengah, LaporGub, Layanan Publik dan Call center Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah 089 652 933 444.



Simak Video "Apindo Tolak Revisi Kenaikan UMP DKI, Serikat Buruh Mengecam"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/zlf)