Impor Mebel Cina-Vietnam Diduga Pakai Illegal Logging

Impor Mebel Cina-Vietnam Diduga Pakai Illegal Logging

- detikFinance
Selasa, 25 Apr 2006 16:12 WIB
Jakarta - Murahnya harga mebel impor dari Vietnam dan Cina yang lebih rendah 50 persen dari produk lokal, diduga karena kedua negara itu memakai kayu illegal logging dari hutan di Papua.Akibatnya, produsen lokal kalah bersaing dengan mebel impor. Industri mebel dalam negeri mendapat ancaman serius dalam satu tahun terakhir yang mengakibatkan penurunan penjualan. "Illegal logging dari hutan negara di Papua ada yang masuk ke Vietnam dan Cina. Itu yang menyebabkan kenapa harga mereka lebih murah. Kondisi ini berlawanan dengan tata niaga di dalam negeri yang high cost," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo), Ambar Tjahyono.Hal itu diungkapkan Ambar sebelum menemui Menteri Perindustrian Fahmi Idris di Gedung Departemen Perindustrian (Depperin), Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (25/4/206).Saat ini, ungkap Ambar, banyak yang memilih melakukan penyelundupan daripada penjualan kayu antarpulau. Maka itu, pihaknya berkonsentrasi membantu pemberantasan illegal logging, karena terbukti telah merugikan produsen dalam negeri.Dampak illegal logging ini, tutur Ambar, telah membuat Indonesia kalah bersaing baik di pasar luar maupun dalam negeri. Namun murahnya harga mebel impor yang lebih rendah 50 persen ini justru diminati masyarakat. "Meski kualitasnya lebih rendah, namun masyarakat lebih memilih harga murah," kata Ambar.Padahal, kata Ambar, industri ini jika dikawal baik sangat mendukung perekonomian. Ekspor mebel Indonesia tahun 2005 mencapai US$ 1,6 miliar, sedangkan ekspor kerajinan kayu sebesar US$ 400 juta dengan tenaga kerja yang terlibat 22 juta orang.Selain Cina dan Vietnam, Indonesia juga mendapat saingan dari pemain lain seperti India dan Malaysia. Namun yang paling ditakutkan dari negara-negara itu adalah Vietnam dan Malaysia, karena kualitasnya sama seperti Indonesia tapi harganya lebih murah. (ir/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads